Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong percepatan normalisasi Sungai Ciliwung dalam rangka pengendalian banjir.
“Penjelasan dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane rencananya memang waktu itu 2027 bisa selesai, tapi karena ada sejumlah faktor dinamika dan lain-lain maka ini mundur 2028-2029, jadi bisa dikatakan kita fokus 2 tahun ke depan ini agar bisa menuntaskan,” ujar AHY dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (7/5).
Menurut AHY, dari total panjang normalisasi Sungai Ciliwung sepanjang 33,69 kilometer, sekitar 52 persen pekerjaan telah diselesaikan. Pemerintah kini memprioritaskan pengerjaan di sejumlah titik rawan yang dinilai membutuhkan penanganan segera.
Ia menegaskan pemerintah akan memfokuskan pembangunan infrastruktur pada wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir.
“Sisa normalisasi sepanjang 16 kilometer diharapkan dapat diselesaikan secara bertahap tanpa hambatan berarti,” ujar AHY.
Dalam kesempatan sama, Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti menyampaikan bahwa tantangan dalam normalisasi Sungai Ciliwung yakni soal pembebasan lahan. Menurutnya, pembangunan tanggul di sejumlah titik belum dapat dilakukan karena status lahan yang masih belum tuntas.
Lebih lanjut, Diana mengatakan bahwa Kementerian Pekerjaan Umum telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait percepatan pembebasan tanah. Ia menilai Pemprov DKI Jakarta cukup kooperatif dalam mendukung penyelesaian proyek tersebut.
Selain Jakarta, koordinasi juga akan dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengingat proyek normalisasi turut mencakup wilayah perbatasan dengan Jabar.
Diana berharap proses pembebasan lahan dapat berjalan lancar sehingga pembangunan tanggul sepanjang 16 kilometer dapat diselesaikan sesuai target pada 2027.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

