Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan realisasi penyerapan gabah petani secara nasional saat ini telah mencapai sekitar 2,96 juta ton setara beras atau sekitar 74 persen dari target 4 juta ton sepanjang 2026. Capaian tersebut dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat cadangan beras pemerintah sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional di tengah tantangan global dan perubahan iklim.
Rizal mengatakan, keberhasilan penyerapan gabah didukung kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan Kementerian Pertanian, hingga aparat TNI dan Polri yang ikut mengawal proses penyerapan di lapangan. Menurutnya, kerja sama lintas sektor tersebut membantu Bulog menyerap hasil panen petani secara maksimal di berbagai daerah dengan harga pembelian pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.
Dalam proses penyerapan, Bulog menerapkan standar kualitas tertentu dengan hanya menyerap hasil panen yang telah mencapai usia optimal. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas beras yang dihasilkan tetap baik saat diproses maupun disimpan dalam jangka panjang di gudang Bulog. Rizal menegaskan mutu gabah dan beras yang diserap menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas cadangan pangan nasional.
Selain itu, Bulog juga menerapkan strategi pentahelix dengan melibatkan akademisi dan media sebagai bagian dari pengawasan dan transparansi kinerja perusahaan. Rizal turut mengapresiasi peran petani yang dinilai berhasil menghasilkan gabah dan beras berkualitas sehingga mendukung upaya penyerapan secara optimal di seluruh Indonesia. Saat ini, stok cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog disebut telah mencapai sekitar 5,3 juta ton.
Alexander Jason – Redaksi

