Republik Demokratik Kongo telah memiliki pengalaman panjang dalam menangani wabah Ebola, dengan kejadian terbaru ini menjadi wabah ke-17 yang tercatat di negara tersebut.
Virus Ebola pertama kali ditemukan pada 1976 di wilayah yang kini dikenal sebagai Democratic Republic of the Congo, dan diyakini berasal dari hewan, khususnya kelelawar, sebelum menular ke manusia.
Salah satu wabah paling mematikan terjadi pada periode 2018 hingga 2020, ketika hampir 2.300 orang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi virus tersebut.
Ebola mulai mendapat perhatian global yang luas lebih dari satu dekade lalu saat menyebar di Afrika Barat, terutama di Guinea sebagai titik awal, serta Liberia dan Sierra Leone.
Dalam periode 2014 hingga 2016, wabah tersebut menginfeksi sedikitnya 28.600 orang dan menyebabkan lebih dari 11.300 kematian, menjadikannya salah satu krisis kesehatan terbesar dalam sejarah modern.
Selain itu, sejumlah kecil kasus juga sempat terdeteksi di beberapa negara lain, termasuk Italy, Mali, Nigeria, Senegal, Spain, United Kingdom, serta United States.
Pengalaman panjang ini menjadikan Republik Demokratik Kongo sebagai salah satu negara yang relatif lebih siap dalam merespons wabah Ebola, meskipun ancaman penyebaran tetap menjadi perhatian serius bagi komunitas internasional.
Akbari Danico – Redaksi

