Sebuah drone Rusia menghantam gedung apartemen di Rumania dan menyebabkan kebakaran yang melukai dua orang, menurut pejabat setempat. Insiden tersebut terjadi pada Jumat (29/5) di kota Galați, wilayah timur Rumania yang berada dekat perbatasan Ukraina.
Otoritas darurat Rumania mengatakan seluruh muatan peledak drone meledak saat menghantam lantai 10 gedung permukiman tersebut dan memicu kebakaran. Dua orang mengalami luka lecet dan harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit darurat Galați. Sekitar 70 warga lainnya dievakuasi saat petugas memadamkan api.
Kementerian Pertahanan Rumania kemudian menyebut drone yang digunakan diduga merupakan jenis Geran-2 atau Shahed 136 buatan Iran yang digunakan Rusia dalam perang melawan Ukraina.
Meski sejumlah drone Rusia sebelumnya beberapa kali memasuki wilayah udara Rumania selama perang berlangsung, ini menjadi pertama kalinya warga sipil Rumania dilaporkan terluka akibat insiden tersebut.
Pemerintah Rusia hingga kini belum memberikan komentar resmi terkait kejadian itu.
Militer Rumania menegaskan insiden tersebut bukan serangan langsung terhadap negaranya, melainkan dampak dari konflik yang terjadi di dekat perbatasan Ukraina.
Kementerian Luar Negeri Rumania langsung memanggil duta besar Rusia di Bucharest menyusul serangan drone tersebut.
Presiden Rumania, Nicușor Dan, mengatakan pemerintahannya akan mengusir konsul Rusia di kota pelabuhan Constanța dan menutup kantor konsulat Rusia di wilayah tersebut.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia, Maria Zakharova, mengatakan Moskow akan segera memberikan respons atas langkah tersebut.
Sementara itu, Kremlin menyebut Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah diberi informasi mengenai insiden itu. Nicușor Dan juga menggelar rapat darurat Dewan Pertahanan Tertinggi Rumania dan menyebut serangan drone Rusia itu sebagai “insiden paling serius” yang memengaruhi wilayah Rumania sejak perang Rusia-Ukraina dimulai.
Rumania kemudian meminta NATO mempercepat pengiriman sistem pertahanan anti-drone ke negaranya.
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengatakan aliansi siap mempertahankan setiap wilayah anggota NATO dan akan terus meningkatkan kesiapan menghadapi ancaman drone.
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyebut perang Rusia telah “melewati batas lain”.
Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, mengatakan insiden tersebut membuktikan bahwa agresi Rusia menjadi ancaman nyata bagi kawasan Laut Hitam dan seluruh Eropa.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga mengecam insiden itu dan menyebutnya sebagai “pelanggaran serius” terhadap wilayah udara NATO.
Sejumlah pejabat Eropa lainnya, termasuk Kanselir Jerman, Friedrich Merz, turut mengutuk serangan tersebut.
Sejak Rusia melancarkan invasi penuh ke Ukraina pada Februari 2022, sejumlah negara anggota NATO beberapa kali mengalami insiden drone yang terkait dengan konflik tersebut.
Kementerian Pertahanan Rumania mencatat pecahan drone telah ditemukan di wilayah negaranya dalam 47 kesempatan berbeda sejak perang dimulai, termasuk 12 insiden sepanjang tahun ini.
Wilayah perbatasan dekat Sungai Danube, termasuk Galați, disebut menjadi area yang sulit dipertahankan ketika Rusia menyerang pelabuhan Ukraina seperti Reni dan Izmail.
Akbari Danico – Redaksi

