Di tengah penantian pernyataan dari Direktur Jenderal World Health Organization, Tedros Adhanom Ghebreyesus, perhatian tertuju pada perkembangan terbaru wabah Ebola di Afrika.
Direktur Jenderal Africa Centres for Disease Control and Prevention, Jean Kaseya, mengungkapkan kekhawatiran besarnya terhadap peningkatan jumlah kasus di Democratic Republic of the Congo dan Uganda. Menurutnya, jika digabungkan, jumlah kasus suspek di kedua negara telah mencapai setidaknya 395 kasus, dengan sebagian besar berasal dari DR Kongo. Sementara itu, Uganda sejauh ini baru melaporkan dua kasus.
Kaseya juga menyebut bahwa lebih dari 100 orang telah meninggal dunia akibat wabah ini, di tengah keterbatasan akses terhadap vaksin maupun obat-obatan yang memadai. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian utama, terutama dalam upaya menghentikan penyebaran virus yang terus meluas.
Saat ini, Africa CDC bersama pemerintah DR Kongo dan Uganda tengah bekerja sama untuk menekan laju penularan wabah.
Meski situasi masih mengkhawatirkan, Kaseya menyatakan optimisme bahwa dengan berbagai langkah dan mekanisme yang telah disiapkan, penyebaran wabah dapat dikendalikan dalam waktu relatif cepat.
Pernyataan ini menyoroti urgensi respons cepat dan koordinasi lintas negara dalam menghadapi ancaman kesehatan yang terus berkembang di kawasan tersebut.
Akbari Danico – Redaksi

