Health World

Hantavirus Terdeteksi di Kapal Pesiar, Puluhan Penumpang Dievakuasi

Seorang warga Amerika Serikat dan seorang warga Prancis yang baru kembali ke negara masing-masing setelah meninggalkan kapal pesiar MV Hondius pada (11/5) dilaporkan positif terinfeksi hantavirus, menurut otoritas kesehatan.

Secara total, World Health Organization (WHO) mengonfirmasi tujuh kasus yang terkait dengan kapal tersebut, dengan dua kasus lain masih dalam dugaan.

Departemen kesehatan AS menyebut satu warga Amerika lainnya yang berada dalam penerbangan repatriasi juga menunjukkan gejala ringan, sementara kedua penumpang dipulangkan menggunakan unit biokontainmen sebagai langkah pencegahan.

Menteri Kesehatan Prancis, Stéphanie Rist, mengatakan seorang perempuan saat ini menjalani isolasi di Paris dengan kondisi kesehatan yang memburuk, dan sebanyak 22 kontak telah dilacak.

Wabah ini telah menewaskan tiga penumpang, dua di antaranya terkonfirmasi terinfeksi virus tersebut. WHO juga menyebut satu korban lain diduga meninggal sebelum sempat menjalani tes.

Sementara itu, dua warga Inggris dengan kasus terkonfirmasi tengah menjalani perawatan di Belanda dan Afrika Selatan.

Hantavirus umumnya ditularkan oleh hewan pengerat, namun WHO menyatakan bahwa penularan antarmanusia pada jenis tertentu, seperti varian Andes, tetap mungkin terjadi.

Gejala infeksi meliputi demam, kelelahan ekstrem, nyeri otot, gangguan pencernaan, hingga sesak napas.

Meski demikian, otoritas kesehatan menilai risiko terjadinya wabah besar masih rendah.

Lebih dari 90 penumpang kapal yang saat ini berlabuh di Kepulauan Canary, Spanyol, tengah dalam proses pemulangan ke negara masing-masing.

Pemerintah Spanyol melaporkan puluhan penumpang dan awak masih berada di kapal, dengan beberapa di antaranya dijadwalkan dipindahkan ke Belanda untuk menjalani proses karantina lanjutan.

Di berbagai negara, termasuk Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat, para penumpang yang telah kembali diwajibkan menjalani isolasi dan pemantauan kesehatan ketat selama beberapa minggu.

WHO sebelumnya merekomendasikan masa isolasi hingga 42 hari bagi seluruh penumpang kapal.

Namun, pejabat di Centers for Disease Control and Prevention menilai penularan antarmanusia relatif jarang, sehingga situasi ini tidak perlu disamakan dengan pandemi seperti Covid-19.

Operator kapal, Oceanwide Expeditions, menyatakan bahwa beberapa pekan terakhir menjadi masa yang sangat menantang bagi seluruh awak dan penumpang.

Pihak kapal juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban, di tengah upaya penanganan wabah dan proses evakuasi yang masih berlangsung.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...