Kelompok Hezbollah mengklaim bertanggung jawab atas 26 serangan yang dilakukan pada Jumat (8/5), termasuk dua serangan yang menargetkan wilayah Israel untuk pertama kalinya sejak kesepakatan gencatan senjata.
Serangan terhadap pangkalan militer Israel tersebut menjadi yang pertama kali diakui secara terbuka oleh Hezbollah sebagai serangan lintas batas sejak gencatan senjata rapuh antara Israel dan Lebanon diberlakukan pada pertengahan April.
Dalam pernyataannya, Hezbollah menyebut telah menargetkan sebuah pangkalan militer Israel di selatan kota Nahariyapada Jumat sore (8/5).
Kemudian pada hari yang sama, kelompok itu juga mengklaim meluncurkan serangan ke pangkalan militer Meron. Pihak militer Israel menyatakan sebagian proyektil berhasil dicegat, sementara sisanya jatuh di area terbuka.
Di sisi lain, militer Israel melaporkan telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 85 target yang terkait dengan Hezbollah di Lebanon selatan dalam 24 jam terakhir.
Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut sedikitnya 16 orang, termasuk empat anak-anak, tewas akibat serangan Israel, sementara 54 lainnya mengalami luka-luka.
Kantor berita nasional Lebanon melaporkan adanya sejumlah serangan udara di wilayah selatan, termasuk dua serangan di kawasan Nabi Sheit, di timur Lembah Bekaa.
Baik Israel maupun Hezbollah saling menuduh telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang diperpanjang, menandakan meningkatnya ketegangan di tengah situasi yang masih belum stabil.
Akbari Danico – Redaksi

