Kedutaan Besar Iran di South Korea menegaskan bahwa pihaknya “dengan tegas menolak” tuduhan keterlibatan militer Iran dalam insiden kerusakan kapal yang terkait dengan Korea Selatan di Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya pada Kamis (7/5), kedutaan Iran menyebut bahwa sejak pecahnya konflik dengan Amerika Serikat dan Israel, Teheran telah berulang kali menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan bagian penting dari wilayah pertahanannya dalam menghadapi pihak yang dianggap sebagai agresor beserta para pendukungnya.
Iran juga menyatakan kondisi navigasi di jalur strategis tersebut memang terdampak oleh situasi keamanan yang terus berkembang di kawasan.
Awal pekan ini, sebuah ledakan dan kebakaran dilaporkan terjadi di kapal yang memiliki keterkaitan dengan Korea Selatan di Selat Hormuz, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.
Kapal berbendera Panama tersebut membawa 24 awak, termasuk enam warga Korea Selatan, dan sedang berlabuh di dekat wilayah United Arab Emirates sebelum ledakan terjadi.
Pihak kementerian sebelumnya memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Presiden Donald Trump sempat mengklaim bahwa Iran telah melepaskan tembakan ke arah kapal itu, meski tuduhan tersebut dibantah oleh Teheran.
Sebelumnya, Korea Selatan juga mempertimbangkan kemungkinan bergabung dalam upaya Amerika Serikat untuk mengawal kapal dagang di Selat Hormuz. Namun, proyek pengawalan yang diinisiasi Washington tersebut dilaporkan telah dihentikan sementara.
Akbari Danico – Redaksi

