World

Israel-Hezbollah Kembali Memanas, Korban Terus Bertambah di Lebanon

Di tengah fokus terhadap ketegangan di Selat Hormuz, konflik antara Israel dan kelompok Hezbollah di Lebanon masih terus berlangsung.

Militer Israel, Israel Defense Forces, pada Senin (4/5) pagi mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga di dua kota di selatan Lebanon. Mereka menyebut langkah tersebut diambil karena dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hezbollah, yang dinilai memaksa Israel untuk merespons secara tegas.

Sebelumnya, IDF juga menuduh kelompok yang didukung Iran itu melancarkan dua serangan mortir terhadap pasukan Israel di wilayah yang sama. Hingga kini, Hezbollah belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan tersebut.

Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, serangan Israel menewaskan sedikitnya 17 orang pada Senin (4/5), sehingga total korban jiwa sejak Kamis mencapai 110 orang.

Di sisi lain, Israel menyatakan 17 tentaranya tewas dalam periode yang sama, serta menuduh Hezbollah meluncurkan ratusan roket dan drone ke wilayahnya.

Hezbollah sendiri tidak menjadi pihak yang menandatangani kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Lebanon bulan lalu, meskipun sebelumnya menyatakan akan mematuhi kesepakatan tersebut jika Israel juga melakukannya.

Militer Israel berpendapat bahwa perjanjian tersebut memberikan ruang bagi mereka untuk bertindak terhadap ancaman yang dianggap akan terjadi atau sedang berlangsung. Namun, pejabat Lebanon membantah interpretasi tersebut dan menuduh Israel telah berulang kali melanggar kesepakatan.

Situasi ini menambah ketidakpastian di kawasan, dengan potensi eskalasi yang masih terbuka di tengah upaya diplomasi yang belum menunjukkan hasil nyata.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...