Komandan sayap militer Hamas, Mohammed Odeh, tewas dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Selasa, hanya beberapa hari setelah pendahulunya juga tewas dalam serangan serupa.
Serangan itu menghantam sebuah bangunan permukiman di kawasan pasar yang ramai di pusat Kota Gaza. Petugas medis dan saksi mata mengatakan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Militer Israel dan badan keamanan Shin Bet menyatakan bangunan yang diserang digunakan sebagai tempat persembunyian Odeh setelah pergerakannya dipantau selama beberapa bulan.
Pada Rabu (27/5), Hamas mengonfirmasi bahwa Odeh tewas bersama istrinya dan dua anaknya. Serangan yang terjadi pada Selasa (26/5) itu menghantam tiga lantai teratas gedung al-Kayali di pusat Kota Gaza, saat kawasan tersebut dipadati warga yang berbelanja menjelang Hari Raya Iduladha.
Tim penyelamat dilaporkan kesulitan mencapai bagian atas gedung akibat kerusakan parah dan padatnya area sekitar lokasi.
Sejumlah saksi menyebut sedikitnya lima rudal menghantam gedung hampir secara bersamaan dari arah berbeda. Seorang warga mengaku mendengar suara helikopter sesaat sebelum serangan terjadi.
Rekaman dari lokasi memperlihatkan ambulans dan tim pertahanan sipil melakukan pencarian di antara reruntuhan bangunan, sementara warga berkumpul di sekitar area serangan.
Dalam pernyataannya, militer Israel mengatakan operasi gabungan dengan Shin Bet dilakukan untuk menargetkan Odeh serta sejumlah bangunan yang digunakan sebagai markas persembunyiannya. Israel juga mengklaim menyerang apartemen milik anggota Hamas yang terlibat dalam serangan 7 Oktober ke Israel selatan, yang menjadi pemicu perang di Gaza.
Dilansir dari BBC, Sumber Hamas mengatakan bahwa Odeh dan istrinya tewas dalam serangan tersebut. Keluarganya juga menyebut salah satu anak Odeh meninggal dunia akibat luka yang dideritanya. Meski belum diumumkan secara resmi sebagai pemimpin baru Brigade Izzedine al-Qassam, Odeh disebut baru saja dipilih menggantikan komandan sebelumnya.
Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut Odeh sebagai salah satu “arsitek pembantaian 7 Oktober”.
Pernyataan itu menyebut Odeh bertanggung jawab atas pembunuhan, penculikan, dan penyerangan terhadap warga sipil serta tentara Israel.
Pendahulu Odeh, Izz ad-Din al-Haddad, juga tewas dalam serangan udara Israel pada awal Mei lalu yang menghantam bangunan permukiman dan menewaskan sedikitnya tiga orang.
Meski gencatan senjata Israel-Hamas mulai berlaku sejak Oktober lalu, serangan di Gaza masih terus berlangsung hampir setiap hari.
Hamas berulang kali menuduh Israel melanggar gencatan senjata dan menyerang warga sipil. Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas melaporkan lebih dari 900 orang tewas akibat serangan Israel selama masa gencatan senjata.
Di sisi lain, pemerintah Israel menegaskan pihaknya tetap berhak menargetkan anggota Hamas dan menuduh kelompok tersebut melanggar kesepakatan karena belum melucuti senjata.
Upaya perdamaian yang dipimpin Amerika Serikat untuk Gaza juga masih mengalami kebuntuan, terutama terkait pembahasan pelucutan senjata Hamas dan masa depan pemerintahan wilayah tersebut.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Rabu menegaskan Israel tidak akan membiarkan Hamas kembali menguasai Gaza, baik secara sipil maupun militer.
Ia juga menyebut rencana “emigrasi sukarela dari Gaza” akan dilaksanakan pada waktu yang dianggap tepat.
Dalam pernyataan terpisah, Benjamin Netanyahu menegaskan Israel akan terus memburu seluruh pihak yang terlibat dalam serangan 7 Oktober.
Menurut data Israel, sekitar 1.200 orang tewas dan 251 lainnya disandera dalam serangan Hamas pada 2023 lalu. Israel kemudian melancarkan operasi militer besar-besaran di Gaza yang menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut dan menyebabkan jutaan warga mengungsi.
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut lebih dari 72.800 orang telah tewas sejak perang dimulai. Serangan terbaru Israel di Gaza juga terjadi setelah 31 orang dilaporkan tewas dalam serangan Israel di Lebanon, di tengah meningkatnya operasi militer Israel terhadap Hizbullah.
Akbari Danico – Redaksi

