National

Kemnaker Kembangkan SDM untuk Industri Hijau dan Kendaraan Listrik

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menyatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan tenaga kerja kompeten untuk memenuhi kebutuhan industri hijau yang terus berkembang di Indonesia. Langkah ini dipicu oleh pertumbuhan pesat pasar kendaraan listrik yang menjadi salah satu pilar utama ekonomi hijau.

Ia menilai transformasi menuju ekonomi berkelanjutan bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keniscayaan. Pernyataan tersebut menegaskan urgensi penyesuaian sumber daya manusia terhadap dinamika industri masa depan.

Afriansyah menjelaskan bahwa lonjakan pasar kendaraan listrik dalam tiga tahun terakhir berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan tenaga kerja dengan keahlian khusus. Kompetensi di bidang teknologi otomotif berbasis listrik, digitalisasi, serta keterampilan pendukung industri hijau menjadi semakin penting.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan penjualan kendaraan listrik dari sekitar 10 ribu unit pada 2022 menjadi lebih dari 100 ribu unit pada 2025. Tren ini mencerminkan percepatan adopsi teknologi ramah lingkungan yang menuntut kesiapan tenaga kerja nasional.

Dalam konteks pembangunan jangka panjang, Afriansyah menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sebagai bagian dari visi Indonesia Emas 2045. Upaya ini diwujudkan melalui kolaborasi strategis dengan sektor industri, termasuk perusahaan otomotif seperti PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia.

Salah satu bentuk kerja sama tersebut adalah dukungan terhadap pendidikan vokasi melalui hibah kendaraan untuk pelatihan di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Bandung. Inisiatif ini dipandang sebagai langkah konkret dalam menjembatani kebutuhan industri dengan kesiapan tenaga kerja.

Lebih lanjut, Afriansyah menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, industri, dan lembaga pelatihan merupakan kunci dalam menciptakan tenaga kerja yang produktif dan adaptif. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan kompetensi, tetapi juga membuka peluang kerja baru di sektor otomotif dan industri hijau secara luas.

Ia mendorong lebih banyak perusahaan untuk terlibat dalam pengembangan pelatihan berbasis kebutuhan industri. Dengan pendekatan tersebut, Indonesia diharapkan mampu membangun ekosistem tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan ekonomi hijau di masa depan.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...