Harga minyak dunia melonjak tajam setelah laporan media pemerintah Iran menyebut dua rudal menghantam kapal perang Amerika Serikat yang mencoba memasuki Selat Hormuz.
Harga acuan minyak mentah Brent crude sempat naik lebih dari 4 dolar AS per barel dalam hitungan menit setelah kabar tersebut muncul, menyentuh 114 dolar AS atau lebih dari 5% di atas harga pembukaan hari itu.
Namun, harga kembali sedikit turun setelah Amerika Serikat membantah laporan adanya serangan tersebut.
Di sisi lain, Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk mengawal kapal-kapal yang tertahan keluar dari kawasan Teluk, yang ia sebut sebagai langkah kemanusiaan.
Langkah tersebut dinilai berisiko memicu eskalasi baru jika upaya pelayaran di Selat Hormuz kembali memicu konflik, yang pada akhirnya dapat menghambat distribusi minyak dan gas global.
Situasi ini berpotensi mendorong harga energi semakin tinggi, seiring meningkatnya ketidakpastian di salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia.
Akbari Danico – Redaksi

