Kabar bahwa perusahaan pelayaran Maersk berhasil mengirimkan satu kapalnya melintasi Selat Hormuz pada Senin (4/5) dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap kemacetan jalur pelayaran di kawasan tersebut.
Direktur pelaksana Intertanko, Tim Wilkins, mengatakan bahwa keberhasilan tersebut hanya melibatkan satu kapal yang dikawal ketat dalam kondisi yang sangat terbatas, dikutip dari BBC, Selasa (5/5).
Menurutnya, bagi sebagian besar kapal lain yang masih tertahan, perkembangan ini tidak akan mengubah situasi secara berarti.
Wilkins juga menyoroti belum adanya mekanisme konvoi atau koordinasi yang jelas untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Ia menyebut para pemilik kapal kini mempertanyakan sejumlah hal mendasar, mulai dari siapa yang menginisiasi pelayaran, siapa yang berkomunikasi dengan otoritas terkait, hingga langkah yang harus diambil jika kapal menghadapi ancaman dari pasukan Iran saat melintas.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut, menurutnya, menjadi perhatian utama yang kini dibahas oleh para operator bersama kru kapal mereka di tengah meningkatnya ketidakpastian di jalur pelayaran strategis tersebut.
Akbari Danico – Redaksi

