World

Operasi Gabungan AS-Nigeria Tewaskan Tokoh Kunci ISIS

Nigeria dan Amerika Serikat menyatakan telah menewaskan seorang pemimpin senior kelompok Islamic State dalam sebuah operasi militer gabungan.

Tokoh yang diidentifikasi sebagai Abu-Bilal al-Minuki itu disebut oleh Presiden AS Donald Trump sebagai “orang nomor dua ISIS secara global” sekaligus salah satu tokoh paling aktif dalam jaringan teror internasional.

Presiden Nigeria Bola Tinubu mengatakan operasi tersebut merupakan langkah berani yang memberikan pukulan besar terhadap kekuatan ISIS di kawasan.

Al-Minuki dilaporkan tewas bersama sejumlah komandan lainnya dalam serangan yang menargetkan markasnya di wilayah Danau Chad, kawasan luas yang mencakup Nigeria, Chad, Niger, dan Kamerun.

Militer Nigeria menyebut operasi itu dilakukan setelah berbulan-bulan pengumpulan intelijen dan pengintaian, dengan hasil tanpa korban di pihak pasukan.

Menurut keterangan militer, al-Minuki memiliki basis pertahanan yang kuat di wilayah Metele, negara bagian Borno, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas kelompok ekstremis.

Wilayah Danau Chad sendiri telah lama menjadi basis kelompok Boko Haram dan faksi saingannya, Islamic State West Africa Province.

Al-Minuki disebut memegang posisi penting dalam struktur global ISIS sebagai kepala direktorat wilayah, serta memiliki peran dalam berbagai operasi di kawasan Sahel dan Afrika Barat, termasuk serangan terhadap warga sipil.

Ia juga dikaitkan dengan penculikan siswi di Dapchi pada 2018, ketika lebih dari 100 pelajar diculik oleh kelompok militan di Nigeria timur laut.

Sebelum bergabung dengan ISIS, al-Minuki diketahui merupakan komandan senior Boko Haram, kelompok yang sejak 2009 melancarkan pemberontakan untuk mendirikan negara berbasis hukum syariah di Nigeria utara.

Kematian al-Minuki disebut sebagai pukulan besar bagi jaringan ISIS, terutama dalam hal struktur komando dan aliran pendanaan.

Trump menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Nigeria atas kerja sama yang dinilai berhasil mengurangi ancaman teror, serta menegaskan bahwa al-Minuki tidak lagi dapat merencanakan serangan terhadap warga Afrika maupun kepentingan Amerika.

Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 90% serangan ISIS dilaporkan terjadi di Afrika sub-Sahara, dengan cabang di Nigeria menjadi yang paling aktif.

Kerja sama militer antara Nigeria dan Amerika Serikat juga semakin diperkuat seiring meningkatnya upaya untuk menekan pemberontakan ekstremis yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

Presiden Tinubu sebelumnya menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam menghadapi ancaman keamanan, menyebut bahwa tidak ada negara yang dapat menangani tantangan tersebut secara sendirian.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan terhadap kelompok ekstremis meningkat, ancaman keamanan di kawasan Afrika Barat masih menjadi perhatian serius bagi komunitas internasional.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...