Presiden Prabowo Subianto mengatakan, pemerintah tengah mempersiapkan sentra budidaya komoditas kelautan dan perikanan dengan total luas mencapai ribuan hektare guna meningkatkan produktivitas dan ekspor sektor perikanan nasional. Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam Panen Raya Udang di Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5)
“Hari ini saya hadir menyaksikan panen raya udang di proyek ini. Sudah tiga tahun, dan panennya sekarang sudah hasilnya sudah tingkat tertinggi, tingkat dunia. Jadi sangat menjanjikan,” ujar Prabowo.
Ia mengungkapkan, proyek tambak udang tersebut mampu menghasilkan hingga 40 ton per hektare dengan harga jual mencapai Rp70 ribu per kilogram.
Prabowo mengatakan, pemerintah kini tengah memperluas pembangunan kawasan budidaya perikanan ke sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Secara rinci, ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah membangun tambak udang dengan luas sekitar 2.000 hektare (ha) di Waingapu, Nusa Tenggara Timur. Menurut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pembangunan tambak udang terintegrasi tersebut telah dimulai sejak Februari lalu dengan nilai investasi mencapai Rp7,2 triliun.
Kawasan tersebut ditargetkan mampu memproduksi 52.800 ton udang per tahun. Selain itu, pemerintah juga akan membangun sentra budidaya udang seluas sekitar 200 ha di Gorontalo.
Ia juga mengatakan bahwa pemerintah berencana membangun sentra budidaya perikanan di kawasan pantai utara Jawa Barat dengan luas sekitar 14.000 ha.
Prabowo mengaku telah memberikan arahan khusus kepada jajaran kabinet agar hanya mendukung program-program yang produktif. Program yang bisa dijalankan harus memenuhi tiga syarat, seperti menciptakan lapangan kerja, menghasilkan nilai tambah, dan menambah penghasilan masyarakat.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

