Business World

Perang Iran Dongkrak Keuntungan Shell hingga $6,9 Miliar

Perusahaan energi Shell melaporkan lonjakan laba sebesar 1,3 miliar dolar AS pada kuartal pertama tahun ini, didorong oleh gejolak harga minyak akibat perang Iran serta kenaikan harga bensin dan bahan bakar jet.

Raksasa energi asal Inggris itu mencatat pendapatan mencapai 6,9 miliar dolar AS dalam tiga bulan pertama tahun ini, naik hampir seperempat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Keuntungan besar juga datang dari bisnis kilang minyak perusahaan, yang mengolah minyak mentah menjadi produk seperti diesel dan bensin, dengan laba sekitar 2 miliar dolar AS.

Seperti BP yang sebelumnya melaporkan kenaikan laba signifikan, para trader Shell disebut mampu memanfaatkan volatilitas harga minyak dengan tepat memprediksi arah pergerakan pasar.

CEO Shell, Wael Sawan, menyebut perusahaan berhasil membukukan hasil kuat di tengah gangguan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya di pasar energi global.

Shell juga mengungkapkan bahwa produksi minyak dan gas mereka sedikit menurun dibanding kuartal sebelumnya, terutama akibat dampak konflik Timur Tengah terhadap produksi di Qatar.

Sementara itu, kelompok kampanye End Fuel Poverty Coalition kembali mendesak pemerintah untuk menerapkan pajak tambahan terhadap perusahaan minyak guna membantu menekan beban tagihan energi rumah tangga yang meningkat akibat konflik Iran.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...