Di tengah penantian respons Iran terhadap proposal terbaru Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada akhir Februari, pernyataan Presiden Donald Trump terus menyampaikan sejumlah pesan yang berbeda.
Trump berulang kali menegaskan bahwa Amerika Serikat memegang kendali, kekuatan militer Iran telah melemah, dan konflik akan segera berakhir. Ia juga menekankan bahwa Iran tidak boleh mengembangkan senjata nuklir serta pentingnya memulihkan kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Namun, pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa dekat sebenarnya kesepakatan dapat tercapai.
Dalam keterangannya di Gedung Putih, Trump menyebut bahwa pembicaraan dengan Iran menunjukkan perkembangan positif dan membuka kemungkinan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.
Meski demikian, pernyataan optimistis serupa telah disampaikan selama lebih dari satu bulan terakhir. Saat mengumumkan gencatan senjata dua minggu pada 8 April, ia juga menyatakan bahwa sebagian besar poin utama telah disepakati dan hanya menunggu finalisasi.
Gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang, tetapi hingga kini belum terlihat adanya kemajuan signifikan menuju kesepakatan menyeluruh antara kedua negara.
Situasi ini mencerminkan ketidakpastian dalam proses diplomasi, di tengah konflik yang masih berlangsung dan belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.
Akbari Danico – Redaksi

