Polda Metro Jaya mengerahkan personel Satuan Brimob untuk mengamankan operasi penindakan terhadap dugaan jaringan judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk. Pengamanan dilakukan guna memastikan proses penggerebekan dan penyelidikan berjalan aman serta kondusif. Polisi menilai operasi tersebut memiliki tingkat risiko tinggi karena menyasar jaringan perjudian daring lintas negara.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, mengonfirmasi kehadiran personel Brimob di lokasi penggerebekan tersebut. Keterlibatan personel bersenjata lengkap bertujuan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan mengingat skala operasi yang menyasar jaringan sindikat lintas negara.
Dalam operasi di salah satu gedung kawasan Hayam Wuruk itu, polisi menemukan dugaan aktivitas judi online yang terhubung dengan jaringan internasional.
Saat ini, tim penyidik masih melakukan pendalaman terhadap sejumlah individu yang diamankan serta menyita barang bukti berupa perangkat elektronik yang diduga digunakan untuk operasional judi online.
Pihak kepolisian saat ini belum dapat merinci jumlah tersangka maupun peran spesifik dari masing-masing pihak karena proses pemeriksaan masih berlangsung secara intensif. Informasi secara menyeluruh mengenai kronologi dan hasil pengungkapan akan disampaikan secara resmi dalam waktu dekat.
“Kami meminta masyarakat untuk bersabar. Saat ini tim masih bekerja secara teknis untuk membedah jaringan ini hingga ke akarnya. Rilis lengkap mengenai pengungkapan kasus ini akan segera kami sampaikan segera setelah proses penyelidikan awal dianggap cukup,” tambah Kombes Pol. Budi Hermanto.
Polda Metro Jaya senantiasa berkomitmen memberantas segala bentuk praktik perjudian yang meresahkan masyarakat. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap bahaya judi online yang dapat merusak sendi ekonomi dan sosial.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

