National

Prabowo Kunjungi Kampung Nelayan Merah Putih, Soroti Kesejahteraan Nelayan Gorontalo

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meninjau Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan di Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, sebagai bagian dari agenda penguatan sektor perikanan nasional. Dalam kunjungan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan nelayan menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya.

Ia menyampaikan harapan agar para nelayan di Indonesia memperoleh penghasilan yang lebih baik dan kehidupan yang lebih sejahtera. Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap peran strategis masyarakat pesisir dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Saat melakukan peninjauan, Prabowo melihat langsung sejumlah fasilitas penunjang aktivitas nelayan yang telah dibangun di kawasan tersebut. Fasilitas itu meliputi tempat produksi es dan gudang pendingin yang dirancang untuk mendukung penyimpanan hasil tangkapan ikan.

Menurutnya, keberadaan sarana pendukung seperti cold storage sangat penting untuk menjaga kualitas hasil perikanan dan meningkatkan nilai ekonomi tangkapan nelayan. Pemerintah menilai modernisasi fasilitas pesisir menjadi langkah penting dalam memperkuat daya saing sektor perikanan nasional.

Prabowo juga menekankan bahwa nelayan memiliki kontribusi besar dalam kehidupan masyarakat karena menyediakan sumber protein penting melalui hasil tangkapan ikan. Oleh sebab itu, pemerintah berencana mengembangkan sektor perikanan dan kelautan secara besar-besaran melalui konsep ekonomi biru.

Strategi tersebut dipandang sebagai upaya memanfaatkan potensi sumber daya laut secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dalam pandangan pemerintah, kebutuhan dunia terhadap sumber protein berbasis ikan akan terus meningkat sehingga Indonesia harus mampu mengambil peluang tersebut.

Kampung Nelayan Merah Putih Leato Selatan sendiri merupakan salah satu proyek prioritas pembangunan tahap pertama pada 2025. Kawasan tersebut dibangun di atas lahan seluas 3.895 meter persegi dan berhasil diselesaikan sesuai target waktu yang ditetapkan pemerintah.

Pembangunan kawasan dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi nelayan yang terintegrasi dengan fasilitas produksi dan layanan pendukung pesisir. Kehadiran proyek ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan kawasan nelayan modern yang mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...