Lurah Malaka Jaya, Eko Purnomo Asih, menyoroti langkah pengurus RW 04 dalam menginisiasi sosialisasi pemilahan sampah dari sumbernya sebagai bagian dari program strategis Pemprov DKI Jakarta. Kegiatan ini dinilai sebagai upaya konkret dalam mengurangi beban sampah yang selama ini berakhir di TPST Bantar Gebang.
Dukungan pemerintah kelurahan mencerminkan pentingnya kolaborasi antara aparat dan masyarakat dalam mengatasi persoalan lingkungan perkotaan. Inisiatif di tingkat RW ini juga menjadi contoh praktik baik yang berpotensi direplikasi di wilayah lain.
Ketua RW 04 Malaka Jaya, Sularto, menggerakkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pengurus RT hingga kader PKK dan kelompok warga lainnya, untuk terlibat aktif dalam program ini. Pendekatan kolektif tersebut menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak dapat berjalan efektif tanpa partisipasi luas masyarakat. Dengan mengajak warga memilah sampah langsung dari rumah, program ini menargetkan perubahan perilaku sebagai fondasi utama keberhasilan. Upaya ini sekaligus menanamkan kesadaran bahwa tanggung jawab lingkungan dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah tangga.
Sosialisasi yang dilakukan tidak hanya bersifat imbauan, tetapi juga disertai langkah praktis seperti penyediaan fasilitas pemilahan sampah mandiri. Pembuatan tempat pilah sampah di lingkungan RW menjadi dukungan infrastruktur yang memperkuat implementasi program. Fokus pada pemisahan sampah organik dan anorganik diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah. Dengan adanya fasilitas ini, warga memiliki kemudahan untuk menerapkan kebiasaan baru secara konsisten.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua RT 08, Taufiq, menegaskan komitmen warga untuk mendukung penuh program tersebut demi menjaga kebersihan lingkungan. Dukungan dari tingkat RT menunjukkan adanya keselarasan visi antara pengurus wilayah dan masyarakat. Jika dijalankan secara berkelanjutan, langkah ini berpotensi signifikan dalam menekan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Dengan sinergi yang kuat, program pemilahan sampah diharapkan menjadi gerakan masif yang membawa dampak nyata bagi lingkungan Jakarta.
Alexander Jason – Redaksi

