Metropolitan

Rano Karno Dorong Produk Kreatif Jakarta Tembus Pasar Global lewat Kerja Sama dengan Milan

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno melakukan kunjungan kerja ke Milan, Italia, dan bertemu dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia Junimart Girsang pada Senin (11/5) waktu setempat. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan sejumlah kota penting di Italia, termasuk Milan dan Rome.

Fokus utama kerja sama diarahkan pada penguatan posisi Jakarta sebagai kota global melalui sektor ekonomi kreatif, seperti fesyen, budaya, pariwisata, hingga promosi produk lokal ke pasar internasional. Rano Karno menilai momentum ini penting, terutama menjelang peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027.

Ia menegaskan, dalam satu tahun ke depan, Jakarta akan semakin aktif menjalin kemitraan dengan kota-kota global, termasuk di Italia, guna memperluas jejaring internasional dan membuka peluang pasar baru bagi pelaku industri kreatif.

Sebagai salah satu pusat ekonomi utama di Italia, Milan dikenal sebagai kota dengan kekuatan di sektor keuangan, bisnis, desain, dan fesyen. Kota ini juga termasuk dalam jajaran empat ibu kota mode dunia bersama Paris, London, dan New York, sehingga menjadi etalase strategis bagi produk kreatif global.

Selain itu, Milan memiliki ekosistem industri kreatif yang berkembang pesat, mencakup desain, kriya, kuliner, hingga penyelenggaraan agenda internasional seperti Milan Fashion Week yang berada di bawah naungan Camera Nazionale della Moda Italiana.

Melihat potensi tersebut, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif, khususnya di subsektor fesyen, kriya, aksesori, dan produk budaya Betawi, untuk menembus pasar global melalui jejaring promosi di Milan. Upaya ini juga sejalan dengan partisipasi Jakarta dalam ajang internasional seperti Paris Fashion Week.

Duta Besar RI untuk Italia, Junimart Girsang, menyatakan dukungannya terhadap ambisi Jakarta untuk masuk dalam daftar 50 kota global dunia pada 2030. Menurutnya, kolaborasi dengan kota-kota strategis seperti Milan menjadi langkah penting dalam mencapai target tersebut.

Ia juga menyoroti peran Indonesia Trade Promotion Center Milan (ITPC Milan) sebagai jembatan promosi produk Indonesia di pasar Italia dan Eropa. Melalui fasilitas ini, produk-produk kreatif asal Jakarta dapat diperkenalkan secara lebih luas kepada pasar internasional.

Sebagai tindak lanjut konkret, Pemprov DKI Jakarta akan menggelar pameran produk ekonomi kreatif di Galeri ITPC Milan pada 1–30 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju peringatan HUT ke-499 Kota Jakarta.

Beragam produk akan ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari fesyen berbasis budaya Betawi seperti kebaya encim dan batik Betawi, hingga aksesori, produk kriya, elemen dekoratif khas ondel-ondel, serta kuliner tradisional. Melalui ajang ini, Jakarta ingin menampilkan wajah ekonomi kreatif yang modern, kompetitif, dan tetap berakar pada budaya lokal.

Rano menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen mendorong produk lokal agar mampu bersaing di pasar global. Ia menilai, peran pemerintah adalah membuka akses dan mempertemukan pelaku kreatif dengan peluang pasar yang lebih luas.

Menurutnya, ekonomi kreatif Jakarta harus berkembang dari sekadar produk lokal menjadi bagian dari rantai nilai global. Keterlibatan Jakarta dalam berbagai ajang internasional, termasuk Milan dan Paris Fashion Week, menjadi bagian dari strategi besar tersebut.

“Jakarta ingin menjadi kota global tanpa kehilangan identitasnya. Produk budaya Betawi dan kreativitas anak muda Jakarta harus ikut tampil di panggung dunia,” ujarnya.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...