World

Rubio Coba Tenangkan Sekutu NATO soal Perubahan Penempatan Pasukan AS di Eropa

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, pada Jumat (22/5), berupaya menenangkan kekhawatiran sekutu-sekutu Washington terkait keputusan terbaru AS mengenai penempatan pasukan di Eropa. Pernyataan Rubio disampaikan di akhir pertemuan para menteri luar negeri NATO di Swedia, setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengiriman tambahan 5.000 tentara Amerika ke Polandia.

Keputusan tersebut muncul hanya sepekan setelah Washington membatalkan rencana penempatan 4.000 pasukan ke Polandia, serta beberapa hari setelah AS mengumumkan penarikan sebagian tentaranya dari Jerman. Serangkaian keputusan itu memicu kebingungan di kalangan negara-negara anggota NATO terkait arah kebijakan pertahanan Washington di Eropa.

Dalam konferensi pers usai pertemuan NATO pada Jumat, Marco Rubio mengatakan bahwa Amerika Serikat secara berkala terus mengevaluasi keberadaan militernya di berbagai wilayah dunia sesuai kebutuhan dan komitmen globalnya.

Ia juga menyinggung keterlibatan sejumlah pasukan AS di Timur Tengah menyusul konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dalam beberapa waktu terakhir.

Pengumuman terbaru mengenai tambahan pasukan ke Polandia disampaikan Trump melalui platform Truth Social saat para menteri NATO masih menggelar pertemuan di Swedia.

Trump menyebut keputusan tersebut didasarkan pada hubungannya dengan Presiden Polandia, Karol Nawrocki, yang sebelumnya ia dukung dalam pemilihan presiden tahun lalu dan dikenal sebagai pendukung setia Trump.

Meski demikian, Trump tidak menjelaskan apakah tambahan pasukan tersebut merupakan bagian dari rencana sebelumnya atau operasi militer yang berbeda.

Departemen Pertahanan AS sebelumnya secara mendadak membatalkan pengiriman 4.000 tentara ke Polandia. Sementara itu, awal bulan ini Washington juga mengumumkan penarikan 5.000 pasukan dari Jerman setelah muncul perselisihan antara Trump dan Kanselir Jerman, Friedrich Merz, terkait perang dengan Iran.

Belum diketahui apakah pasukan tambahan yang akan dikirim ke Polandia berasal dari Jerman atau merupakan unit terpisah.

Lebih lanjut, Menteri Luar Negeri Swedia, Maria Malmer Stenergard, mengakui bahwa kebijakan terbaru AS memang menimbulkan kebingungan di kalangan sekutu NATO.

Namun Rubio menegaskan bahwa penyesuaian kehadiran militer AS di Eropa sebenarnya telah dibahas dan dikoordinasikan bersama negara-negara sekutu. Ia juga mengakui bahwa sebagian negara mungkin tidak sepenuhnya puas dengan perubahan tersebut, tetapi menurutnya mereka telah mengetahui arah kebijakan Washington.

Amerika Serikat sendiri merupakan anggota terbesar dan paling kuat dalam aliansi NATO, yang mencakup 30 negara Eropa serta Kanada. Selama puluhan tahun, AS mempertahankan kehadiran militernya di Eropa sebagai bagian dari strategi pertahanan sejak era Perang Dingin menghadapi Uni Soviet.

Sejak Rusia melancarkan invasi penuh ke Ukraina pada Februari 2022, negara-negara Eropa terus mendorong Washington untuk tetap berkomitmen terhadap keamanan kawasan.

Saat ini, Jerman masih menjadi negara dengan jumlah pasukan AS terbesar di Eropa, dengan lebih dari 36.000 tentara aktif. Selain itu terdapat sekitar 12.000 pasukan di Italia, 10.000 di Inggris, dan sekitar 10.000 lainnya di Polandia.

Trump selama ini dikenal kerap mengkritik NATO, terutama terkait besarnya kontribusi keuangan Amerika Serikat dibandingkan negara-negara anggota lainnya. Ia bahkan beberapa kali mengancam akan menarik AS keluar dari aliansi tersebut.

Akibat tekanan itu, banyak negara anggota NATO mulai meningkatkan anggaran pertahanan mereka.

Namun dalam beberapa pekan terakhir, Trump juga menunjukkan kekecewaan terhadap negara-negara NATO yang dinilai tidak cukup membantu Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran.

Pemerintah Gedung Putih memberi sinyal bahwa Washington berencana mengurangi jumlah keseluruhan pasukannya di Eropa sebagai bagian dari agenda “America First”.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, mengatakan tren Eropa untuk menjadi lebih mandiri dan tidak terlalu bergantung pada Amerika Serikat kemungkinan akan terus berlanjut.

Dalam pertemuan di Swedia, Rubio juga menegaskan bahwa perdebatan mengenai manfaat NATO bagi Amerika Serikat selalu menjadi bagian dari politik domestik AS.

Ia menyatakan bahwa NATO memang penting bagi Eropa, tetapi menurutnya aliansi tersebut juga harus memberikan manfaat yang jelas bagi Amerika Serikat.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...