Presiden Rusia, Vladimir Putin, berjanji akan melakukan pembalasan setelah menuduh Ukraina melancarkan serangan mematikan terhadap sebuah asrama mahasiswa di wilayah timur Ukraina yang diduduki Rusia.
Sedikitnya 10 orang tewas dan 38 lainnya terluka dalam serangan semalam di kota Starobilsk, wilayah Luhansk, menurut pejabat setempat yang didukung Rusia. Sebanyak 11 orang lainnya dilaporkan masih hilang.
Militer Ukraina mengaku telah menyerang markas unit drone elite Rusia, Rubicon, di Starobilsk. Namun mereka tidak menjelaskan apakah bangunan yang diserang merupakan lokasi yang sama dengan yang disebut pihak Rusia.
Vladimir Putin menegaskan tidak ada fasilitas militer maupun kantor intelijen di sekitar bangunan tersebut. Ia membantah klaim bahwa serangan terjadi akibat sistem pertahanan udara atau gangguan elektronik Rusia.
Dalam pernyataannya di Kremlin pada Jumat (22/5), Putin mengatakan serangan Ukraina dilakukan dalam tiga gelombang menggunakan 16 drone. Ia kemudian memerintahkan militer Rusia menyiapkan usulan langkah balasan atas serangan tersebut.
Media pemerintah Rusia menayangkan rekaman salah satu korban luka yang diidentifikasi sebagai Diana Shovkun, mahasiswi berusia 19 tahun. Ia disebut mengalami cedera kepala akibat tertimpa puing beton bangunan yang runtuh. Meski demikian, pihak Rusia tidak memperlihatkan foto maupun video korban tewas yang diklaim akibat serangan tersebut.
Sementara itu pada Sabtu (23/5) dini hari, pejabat Rusia melaporkan dua orang terluka setelah puing drone memicu kebakaran di depot minyak di pelabuhan Novorossiysk, kawasan Laut Hitam.
Pemerintah wilayah Krasnodar mengatakan beberapa bangunan administrasi terbakar dan serpihan drone juga jatuh di terminal bahan bakar.
Selain itu, drone dilaporkan merusak sejumlah rumah warga di kota pelabuhan Anapa yang berada lebih utara.
Militer Ukraina sebelumnya menyatakan bahwa serangan malam hari itu memang menargetkan markas unit Rubicon di Starobilsk. Kyiv menuduh unit drone khusus Rusia tersebut kerap menyerang warga sipil dan infrastruktur sipil di Ukraina.
Dalam pernyataannya, militer Ukraina menegaskan serangan dilakukan terhadap fasilitas militer dan tetap mengikuti hukum humaniter internasional serta aturan perang.
Sehari sebelumnya, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, juga mengklaim pasukannya menyerang markas badan keamanan Rusia, FSB, di wilayah Kherson yang dikuasai Moskow.
Menurut Zelensky, sekitar 100 personel Rusia tewas atau terluka dalam serangan tersebut.
Hingga kini, militer Rusia belum memberikan komentar resmi terkait klaim itu. Namun salah satu kanal Telegram pro-Kremlin melaporkan adanya korban akibat “serangan drone besar-besaran”.
Sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina dimulai pada 2022, Ukraina berulang kali menuduh Moskow sengaja menyerang warga sipil, tuduhan yang terus dibantah Rusia.
Akbari Danico – Redaksi

