World

Trump Klaim Iran Sepakat Serahkan Uranium ke AS untuk Dihancurkan

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa persediaan uranium yang diperkaya milik Iran akan segera dipindahkan ke Amerika Serikat untuk dimusnahkan sebagai bagian dari upaya diplomatik mengakhiri konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Trump mengatakan uranium tersebut dapat dihancurkan langsung di wilayah Iran maupun di lokasi lain yang disepakati bersama dengan pengawasan otoritas energi atom terkait. Pernyataan itu disampaikan di tengah negosiasi intensif antara Washington dan Teheran yang disebut semakin mendekati kesepakatan damai sementara di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah AS menilai langkah tersebut penting untuk menurunkan tensi geopolitik sekaligus mencegah eskalasi ancaman nuklir di kawasan.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyebut peluang tercapainya perdamaian semakin terbuka dalam waktu dekat. Namun, pihak Iran menegaskan masih terdapat sejumlah klausul yang perlu diperjelas sebelum nota kesepahaman resmi diratifikasi.

Pemerintah Iran juga menyatakan bahwa keputusan final tetap harus mendapat persetujuan dari Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, serta Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Situasi tersebut menunjukkan bahwa proses diplomasi masih berjalan hati-hati meskipun kedua negara mulai memperlihatkan sinyal kompromi.

Laporan media Amerika Serikat menyebut Iran secara prinsip bersedia membuang uranium yang diperkaya tinggi sebagai bagian dari pembicaraan damai dengan Washington. Meski demikian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa program nuklir Iran belum menjadi bagian utama dalam kesepakatan yang sedang dirancang.

Menurutnya, fokus utama memorandum 14 poin tersebut adalah penghentian perang, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta penghentian pembatasan pengiriman dari masing-masing pihak. Pembahasan mengenai isu nuklir baru akan dilakukan selama periode gencatan senjata berlangsung.

Meski masih terdapat perbedaan narasi antara Washington dan Teheran, kedua negara tampak berupaya menjaga jalur diplomasi tetap terbuka di tengah ketegangan regional yang belum sepenuhnya mereda. Iran menegaskan pembicaraan soal nuklir hanya akan dilanjutkan apabila kesepakatan penghentian konflik berhasil diterapkan terlebih dahulu.

Pengamat internasional menilai negosiasi ini dapat menjadi titik penting bagi stabilitas kawasan Timur Tengah apabila kedua pihak mampu mempertahankan komitmen dialog secara konsisten. Hasil akhir pembicaraan tersebut diperkirakan akan sangat memengaruhi hubungan politik dan keamanan regional dalam beberapa tahun ke depan.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...