Wakil Menteri (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, melakukan kunjungan mendadak ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Mina, Arab Saudi. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan fasilitas medis dan memantau langsung skema pelayanan bagi jemaah Indonesia selama fase puncak ibadah haji yang menguras fisik.
Selain mengecek kelayakan fasilitas, ia juga menyapa langsung para jemaah yang sedang dirawat. Dahnil memberikan apresiasi tinggi kepada para tenaga kesehatan yang bekerja keras di tengah tantangan Mina yang sangat kompleks dan menuntut kedisiplinan tinggi. Pengecekan ini bertujuan memastikan semua alur penanganan medis dan skema berjalan sesuai prosedur.
Sebagai informasi, 2 hari sebelumnya jajaran Amirul Hajj mencopot penanda-penanda sepihak yang dipasang oknum di Arafah dan Mina. Selanjutnya, petugas haji dikerahkan untuk mencopoti semua penanda itu. Sejumlah tenda yang dikelola oleh syarikah Rakeen Mashaariq maupun Dhuyuful Bait didapati memiliki tempelan nama kloter dan tulisan KBIHU.
Pada kertas yang ditempel di pintu masuk tenda, ada yang mencantumkan logo syarikah agar terkesan sebagai penanda resmi.
Dalam peninjauan tersebut, Wamenhaj juga mengecek langsung ketersediaan dan kelaikan fasilitas kamar mandi serta toilet yang akan digunakan oleh jamaah calon haji di Mina.
Setelah memastikan kelengkapan fasilitas tenda, Wamenhaj bersama rombongan berjalan kaki dari Markas 12, yang merupakan lokasi tenda jamaah calon haji Indonesia terjauh menuju area pelontaran jumrah atau jamarat. Jarak tempuh dari Markaz 12 ke jamarat bolak-balik sekitar 7 kilometer.
Menurutnya, pergerakan di Mina membutuhkan ketahanan fisik yang prima karena tidak ada fasilitas kendaraan yang dapat digunakan oleh jamaah. Bagi jamaah calon haji yang mengambil pilihan nafar awal, total jarak tempuh berjalan kaki akan mencapai sekitar 21 kilometer. Sementara bagi yang mengambil nafar tsani, jaraknya akan bertambah menjadi 28 kilometer.
Menghadapi rute pejalan kaki yang cukup menguras tenaga tersebut, Wamenhaj mengimbau jamaah calon haji untuk memaksimalkan waktu luang yang ada saat ini untuk beristirahat.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

