Curaçao mencatatkan salah satu hasil paling bersejarah dalam sejarah sepak bola mereka setelah menahan Ekuador dengan skor 0-0 pada laga kedua Grup E Piala Dunia 2026. Hasil ini membuat negara dengan populasi sekitar 156 ribu jiwa itu meraih poin pertama mereka di ajang Piala Dunia.
Sepanjang pertandingan, Ekuador tampil dominan dan terus menekan pertahanan Curaçao. Tim asuhan Sebastián Beccacece menciptakan banyak peluang berbahaya dan beberapa kali nyaris memecah kebuntuan.
Namun, seluruh upaya Ekuador berakhir sia-sia berkat penampilan luar biasa kiper Curaçao, Eloy Room. Penjaga gawang berusia 37 tahun itu tampil bak tembok yang tidak mampu ditembus para pemain lawan.
Room mencatatkan total 15 penyelamatan sepanjang pertandingan, salah satu jumlah penyelamatan tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah Piala Dunia. Penampilan tersebut menempatkannya sebagai pemilik catatan penyelamatan terbanyak kedua dalam satu pertandingan Piala Dunia sepanjang masa.
Statistiknya benar-benar luar biasa. Selain membuat 15 penyelamatan, Room juga mencatatkan 10 diving saves, 10 penyelamatan dari dalam kotak penalti, 16 recovery bola, dan 51 sentuhan sepanjang laga. Ia bahkan tercatat mencegah peluang senilai 2,48 expected goals (xG) dan menutup pertandingan dengan clean sheet yang sangat berharga.
Setiap kali Ekuador menciptakan peluang, Room selalu hadir untuk menggagalkannya. Penampilannya menjadi faktor utama yang membuat Curaçao mampu bertahan dari gempuran lawan selama 90 menit penuh.
Hasil imbang ini terasa sangat spesial mengingat Curaçao merupakan negara dengan populasi terkecil yang pernah tampil di Piala Dunia. Dengan jumlah penduduk sekitar 156 ribu jiwa, mereka berhasil meraih poin bersejarah di debut mereka pada panggung sepak bola terbesar dunia.
Di sisi lain, hasil ini menjadi pukulan bagi Ekuador. Setelah kalah dari Pantai Gading pada laga pertama, mereka kembali gagal meraih kemenangan dan kini hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan.
Sementara Jerman telah memastikan tiket ke babak gugur dan Pantai Gading berada di posisi kedua dengan tiga poin, Ekuador harus memenangkan laga terakhir mereka sambil berharap hasil lain berpihak kepada mereka.
Namun malam ini bukan tentang klasemen atau peluang lolos. Malam ini adalah tentang Eloy Room dan Curaçao. Tentang sebuah negara kecil yang menulis sejarah di Piala Dunia melalui penampilan heroik sang kiper, yang menghadirkan salah satu aksi penjaga gawang paling ikonik dalam sejarah turnamen.
Akbari Danico – Redaksi

