National

850 Orang Tua dan Guru SMAN 5 Denpasar Diedukasi Cegah Radikalisme Anak

Satuan Tugas Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri wilayah Bali menjadi narasumber dalam kegiatan parenting bertema pencegahan radikalisme dan ekstremisme kekerasan pada anak yang digelar di SMA Negeri 5 Denpasar. Kegiatan yang berlangsung saat pembagian rapor kenaikan kelas Tahun Pelajaran 2025/2026 tersebut diikuti sekitar 850 peserta yang terdiri dari guru, komite sekolah, orang tua, dan wali murid. Acara ini bertujuan untuk memperkuat peran keluarga dan lingkungan pendidikan dalam melindungi anak dari pengaruh intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Kepala sekolah, Luh Kadek Sucita Sari, mengapresiasi kerja sama dengan Densus 88 dalam memberikan edukasi kepada orang tua dan pendidik. Menurutnya, pemahaman mengenai bahaya radikalisme semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak. Ia menilai edukasi seperti ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kewaspadaan keluarga terhadap berbagai ancaman di ruang digital.

Dalam pemaparannya, Hadi Nata Kusuma menjelaskan bahwa anak dan remaja termasuk kelompok yang rentan terpapar paham radikal karena berada pada fase pencarian jati diri dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Ia mengungkapkan bahwa media sosial dan permainan daring kerap dimanfaatkan sebagai sarana propaganda dan rekrutmen oleh kelompok yang menyebarkan paham ekstrem. Karena itu, pengawasan aktivitas digital anak serta peningkatan literasi digital dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah paparan konten berbahaya.

Densus 88 menegaskan bahwa pencegahan radikalisme tidak dapat dilakukan secara parsial dan memerlukan sinergi antara keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, serta aparat penegak hukum. Orang tua dan guru dinilai memiliki peran strategis dalam mendeteksi perubahan perilaku anak, membangun komunikasi yang sehat, serta menanamkan nilai toleransi dan kebangsaan.

Kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran kolektif untuk melindungi generasi muda dari pengaruh radikalisme dan ekstremisme yang berpotensi mengganggu persatuan, keamanan, dan masa depan bangsa.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...