Harga minyak dunia kembali mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (18/6) setelah muncul kabar mengenai tercapainya kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Harga minyak mentah Brent tercatat turun hingga menyentuh level US$78,66 per barel, mencerminkan berkurangnya kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Penurunan ini menjadi respons langsung pelaku pasar terhadap meredanya ketegangan geopolitik yang sebelumnya mendorong harga energi global naik. Sentimen positif terutama datang dari penandatanganan nota kesepahaman berisi 14 poin antara Washington dan Teheran.
Kesepakatan tersebut membuka masa negosiasi selama 60 hari dan mencakup komitmen pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya tambahan dalam waktu 30 hari. Jalur pelayaran tersebut merupakan salah satu rute terpenting bagi perdagangan minyak dan gas dunia, sehingga kepastian akses kembali memberikan keyakinan baru bagi pasar energi internasional.
Selain itu, kesepakatan sementara tersebut memunculkan harapan akan pelonggaran sanksi ekonomi terhadap sektor energi Iran. Para analis memperkirakan produksi dan ekspor minyak Iran berpotensi kembali meningkat lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Prospek bertambahnya pasokan minyak global ini membantu meredakan kekhawatiran mengenai kemungkinan kekurangan pasokan yang sempat membayangi pasar selama konflik berlangsung.
Meski demikian, sejumlah isu penting seperti kelanjutan program nuklir Iran masih belum mencapai penyelesaian dan akan dibahas dalam tahap negosiasi berikutnya. Sebagai bagian dari kesepakatan awal, Amerika Serikat dan sejumlah mitra internasional juga disebut akan menyiapkan dukungan pembiayaan untuk program rekonstruksi dan pemulihan ekonomi Iran. Para pengamat menilai pergerakan harga minyak ke depan masih berpotensi berfluktuasi, bergantung pada perkembangan proses negosiasi serta kepatuhan kedua negara terhadap komitmen yang telah disepakati.
Alexander Jason – Redaksi

