Pemerintah memastikan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) berada dalam kondisi aman guna menjaga keandalan pasokan listrik nasional dan mencegah terjadinya pemadaman bergilir.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa Kementerian ESDM telah membantu PLN memenuhi kebutuhan batu bara, khususnya jenis batu bara berkalori menengah yang digunakan untuk operasional pembangkit listrik. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan energi di seluruh Indonesia. Pemerintah menegaskan bahwa ketersediaan bahan bakar pembangkit saat ini telah terkendali.
Bahlil menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah terukur guna mengatasi persoalan pasokan energi dan mencegah gangguan serupa terulang di masa mendatang.
Menurutnya, berbagai upaya percepatan telah dilakukan agar sistem kelistrikan nasional tetap berjalan optimal. Pemerintah juga terus memberikan dukungan kepada PLN dalam menjalankan tugas penyediaan listrik bagi masyarakat. Dengan demikian, persoalan pasokan batu bara yang sempat menjadi perhatian dinyatakan telah berhasil diatasi.
Selain memastikan ketersediaan batu bara, pemerintah juga meminta PLN mempercepat program pemeliharaan dan perawatan infrastruktur kelistrikan. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan keandalan sistem dan memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat.
Bahlil menegaskan bahwa pemeliharaan yang baik akan membantu mengurangi risiko gangguan operasional di masa depan. Pemerintah berharap kualitas layanan listrik dapat terus meningkat seiring dengan penguatan pasokan energi dan infrastruktur pendukung.
Untuk memperkuat tata kelola pengadaan batu bara, Kementerian ESDM membentuk tim khusus yang melibatkan PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Inspektorat Jenderal. Pemerintah juga membuka kemungkinan melibatkan aparat penegak hukum sebagai pendamping dalam proses pengawasan.
Tim ini bertugas memastikan pasokan batu bara berjalan lancar, transparan, dan sesuai kebutuhan pembangkit listrik nasional. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya permasalahan serupa sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pengadaan energi di masa mendatang.
Alexander Jason – Redaksi

