Health World

Lima Pasien Ebola di DR Kongo Sembuh dan Dipulangkan dari Rumah Sakit

Otoritas kesehatan di Democratic Republic of the Congo (DR Kongo) merayakan kesembuhan sejumlah pasien Ebola yang berhasil pulih dan diizinkan meninggalkan rumah sakit setelah menjalani perawatan intensif.

Di tengah wabah yang diduga telah menewaskan hampir 250 orang, para pejabat kesehatan menegaskan bahwa Ebola bukanlah penyakit yang selalu berujung fatal. Mereka mengimbau masyarakat untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi virus tersebut.

Pada Minggu (31/5), sebuah upacara digelar di kota Bunia, ibu kota Provinsi Ituri yang menjadi pusat wabah saat ini, untuk melepas empat perawat yang telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang melakukan kunjungan ke Bunia, menyebut para penyintas sebagai bukti nyata bahwa wabah Ebola dapat dikendalikan melalui penanganan yang tepat.

Salah satu perawat yang sembuh, Etienne Ezo, mengaku sempat kehilangan harapan saat menjalani isolasi. Ia mengatakan bahwa pengalaman tersebut sangat berat, terutama ketika dirinya merasa tidak memiliki kepastian apakah dapat bertahan hidup atau tidak.

Tenaga kesehatan menjadi kelompok yang paling rentan selama wabah berlangsung karena mereka berada di garis depan dalam menangani pasien. Tedros menyampaikan penghargaan kepada para perawat yang tetap berkomitmen menjalankan tugasnya meski menghadapi risiko besar.

Lembaga Kesehatan Masyarakat DR Kongo menyebut kesembuhan para pasien sebagai pencapaian penting yang menunjukkan efektivitas berbagai langkah penanganan, mulai dari deteksi dini, perawatan medis, pelacakan kontak, hingga keterlibatan masyarakat.

Direktur lembaga tersebut, Dr Mwamba Kazadi, mengatakan bahwa keberhasilan ini membuktikan pentingnya diagnosis cepat dan layanan kesehatan yang memadai dalam meningkatkan peluang kesembuhan pasien.

Meski demikian, tantangan dalam penanganan wabah masih cukup besar. WHO kembali menyerukan kerja sama masyarakat setelah sebelumnya terjadi sejumlah serangan terhadap fasilitas kesehatan akibat ketidakpuasan terhadap aturan pemakaman yang ketat bagi korban Ebola.

Dalam pernyataan bersama dengan pemerintah DR Kongo, Tedros menegaskan bahwa keberhasilan penanganan wabah sangat bergantung pada kepercayaan dan partisipasi masyarakat setempat. Ia juga menekankan pentingnya pelacakan kontak, isolasi pasien, pemakaman yang aman, serta peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan penyakit.

Saat ini, jumlah kasus suspek Ebola di DR Kongo telah melampaui 1.000 kasus dengan sedikitnya 246 kematian yang dilaporkan. Sementara itu, negara tetangga Uganda telah mencatat sembilan kasus terkonfirmasi dan satu kematian akibat virus yang sama.

Meski wabah masih berlangsung, kehidupan sehari-hari di beberapa wilayah terdampak tetap berjalan relatif normal. Di Bunia, sekolah dan pasar masih beroperasi seperti biasa, sementara warga terus menjalankan aktivitas mereka.

Wabah kali ini merupakan yang ke-17 dalam sejarah DR Kongo dan disebabkan oleh spesies Bundibugyo, jenis Ebola yang hingga kini belum memiliki vaksin yang disetujui untuk digunakan secara luas. Meski demikian, sejumlah penelitian dan pengembangan vaksin masih terus dilakukan.

Selain di Afrika, kewaspadaan terhadap penyebaran virus juga meningkat di berbagai negara. Otoritas kesehatan Brasil saat ini tengah menyelidiki dua kasus suspek Ebola di Negara Bagian São Paulo.

Sementara itu, di Kenya, rencana pembangunan fasilitas karantina Ebola bagi warga negara Amerika Serikat di sebuah pangkalan udara memicu gelombang protes dari warga setempat. Mereka khawatir keberadaan fasilitas tersebut dapat meningkatkan risiko penyebaran virus di wilayah mereka, meskipun hingga kini belum ada kasus Ebola yang tercatat di Kenya.

Pekan lalu, pengadilan Kenya memutuskan untuk menangguhkan rencana pembangunan fasilitas tersebut sambil menunggu kajian lebih lanjut terkait dampaknya terhadap keselamatan masyarakat.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...