Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pemanfaatan papan digital interaktif di sekolah menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional.
Usai menghadiri rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Mu’ti menjelaskan bahwa berbagai penelitian menunjukkan kedua program tersebut memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, kehadiran siswa, dan capaian akademik.
Menurut Mu’ti, MBG tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi sarana penguatan pendidikan karakter yang telah diintegrasikan ke dalam berbagai modul pembelajaran.
Berdasarkan hasil penelitian dari sejumlah lembaga, termasuk Universitas Indonesia, program ini terbukti meningkatkan semangat belajar siswa, kehadiran di sekolah, serta prestasi akademik. Hingga 10 Juni 2026, sebanyak 80,7 persen siswa di Indonesia atau sekitar 43 juta dari lebih dari 53 juta murid telah menerima manfaat MBG.
Selain MBG, pemerintah juga terus mempercepat transformasi pendidikan berbasis teknologi melalui distribusi Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Sepanjang 2025, Kemendikdasmen telah menyalurkan 288.865 unit IFP yang kini digunakan dalam proses belajar mengajar. Mu’ti menyebut penelitian awal menunjukkan penggunaan perangkat tersebut mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendorong motivasi belajar peserta didik.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap sektor pendidikan. Dalam rapat yang berlangsung lebih dari dua jam, berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penguatan infrastruktur pendidikan hingga peningkatan kualitas guru.
Presiden juga meminta pembentukan tim khusus untuk mengkaji dan memperbarui buku ajar nasional agar lebih sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga peserta didik Indonesia memiliki materi pembelajaran yang relevan dengan tuntutan zaman.
Alexander Jason – Redaksi

