Metropolitan

Pembersihan Sampah Muara Angke Capai 90 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Pekan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan proses pembersihan tumpukan sampah di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara, dapat diselesaikan pada Sabtu (6/6).

Upaya tersebut dilakukan melalui pengerahan personel, alat berat, dan armada pengangkut sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, mengatakan kegiatan pembersihan telah berlangsung sejak Rabu (3/6). Hingga Jumat (5/6), progres penanganan sampah telah mencapai sekitar 85 hingga 90 persen.

“Pembersihan terus kami percepat agar seluruh tumpukan sampah di Muara Angke dapat ditangani dan diselesaikan pada akhir pekan ini,” ujar Afan.

Dalam operasi pembersihan tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan sekitar 100 petugas lapangan, dua unit ekskavator amfibi, serta tiga kapal pengangkut sampah. Seluruh personel bekerja secara intensif untuk mempercepat proses pengangkutan dan pengolahan sampah yang menumpuk di kawasan pesisir tersebut.

Setelah proses pembersihan selesai, DLH DKI Jakarta akan melanjutkan langkah pengawasan melalui inspeksi dan pemantauan rutin guna mencegah terjadinya penumpukan sampah kembali di lokasi yang sama.

Afan menjelaskan, salah satu tantangan terbesar dalam penanganan sampah di kawasan pesisir adalah kiriman sampah dari wilayah hulu yang terbawa aliran sungai menuju muara. Karena itu, pengendalian sampah tidak hanya dilakukan di hilir, tetapi juga diperkuat dari wilayah hulu melalui pemasangan sekat dan saringan sampah.

“Pengendalian dari hulu sangat penting agar sampah tidak terus mengalir dan menumpuk di kawasan pesisir seperti Muara Angke,” jelasnya.

Selain melakukan pembersihan, Pemprov DKI Jakarta juga terus memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari sumber sampah hingga proses pengolahan akhir, guna mengurangi volume sampah yang masuk ke badan-badan air.

Afan turut mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah ke saluran air, sungai, waduk, situ, embung, maupun badan air lainnya karena dapat mencemari lingkungan sekaligus meningkatkan risiko banjir.

“Menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk lebih peduli dalam mengelola sampah agar lingkungan tetap bersih, sehat, dan terhindar dari berbagai dampak negatif, termasuk banjir,” pungkasnya.

Akbari Danico – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...