Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bergerak cepat menangani tumpukan sampah yang mencemari pesisir Muara Angke, Jakarta Utara.
Pembersihan intensif telah dilakukan sejak Rabu (3/6), dengan progres yang disebut mencapai sekitar 85 hingga 90 persen. Pemerintah menargetkan seluruh sampah di kawasan delta tersebut selesai dibersihkan pada Sabtu sore. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan di wilayah pesisir ibu kota.
Menurut Afan, sebanyak 100 petugas dikerahkan dalam operasi pembersihan tersebut. Pemerintah juga menggunakan dua ekskavator amfibi dan tiga kapal untuk mempercepat proses pengangkutan sampah. Pengerjaan dilakukan secara berkelanjutan selama beberapa hari hingga target penyelesaian tercapai. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam merespons persoalan lingkungan secara cepat.
Meski demikian, proses pembersihan menghadapi tantangan berupa kiriman sampah baru yang terus mengalir ke kawasan pesisir. Untuk mengatasinya, petugas di wilayah hulu diaktifkan guna menyaring dan menahan sampah sebelum mencapai Muara Angke. Afan menjelaskan bahwa sekat dan saringan sampah digunakan sebagai langkah pencegahan tambahan. Strategi tersebut diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke area pesisir.
Pemerintah juga menekankan bahwa penyelesaian masalah sampah tidak dapat hanya mengandalkan kegiatan pembersihan. Afan mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membuang sampah ke saluran air, kali, waduk, situ, dan embung. Perilaku tersebut dinilai tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat luas. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan warga, kebersihan kawasan pesisir diharapkan dapat terjaga secara berkelanjutan.
Alexander Jason – Redaksi

