Pemerintah menegaskan pergantian struktur kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) tidak akan memengaruhi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini tengah berjalan di berbagai daerah.
Presiden Prabowo Subianto memutuskan melakukan penyegaran di jajaran pimpinan BGN setelah melakukan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG selama sekitar 1,5 tahun terakhir.
Dalam susunan baru tersebut, Dadan Hindayana yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BGN digantikan oleh Nanik S Deyang. Sementara posisi Wakil Kepala BGN yang sebelumnya diisi Lodewijk Paulus dan Sony Sanjaya kini dipercayakan kepada Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengatakan, pergantian kepemimpinan dilakukan untuk memperkuat kinerja organisasi sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas yang dijalankan BGN.
“Kepada tiga pimpinan BGN yang baru kami berharap untuk dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota, serta memastikan seluruh program BGN dapat tetap berjalan dengan sebaik-baiknya,” kata Prasetyo di Jakarta, Selasa (2/6).
Menurutnya, pemerintah menaruh harapan besar kepada jajaran pimpinan baru agar mampu meningkatkan tata kelola organisasi dan menghadirkan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat, khususnya dalam upaya peningkatan kualitas gizi, kesehatan, dan sumber daya manusia Indonesia.
Di tengah proses transisi kepemimpinan tersebut, pemerintah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Seluruh unit kerja di lingkungan BGN diminta tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana mestinya.
Ia menegaskan, komitmen pemerintah terhadap Program Makan Bergizi Gratis tetap tidak berubah meskipun terjadi pergantian pimpinan di tubuh BGN.
Prasetyo berharap langkah penyegaran organisasi ini menjadi awal yang baik bagi penguatan pelaksanaan program MBG.
Selain sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi generasi muda, program tersebut juga diharapkan menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia Indonesia serta penggerak ekonomi nasional.
Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

