Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Indonesia akan terus menjaga hubungan baik dengan seluruh negara sebagai bagian dari upaya memperjuangkan kepentingan rakyat. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka Musyawarah Nasional XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia di Lampung.
Menurutnya, politik luar negeri Indonesia harus berlandaskan prinsip persahabatan, kerja sama, serta pendekatan yang konstruktif di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan untuk memusuhi negara mana pun dan akan terus mengedepankan hubungan yang harmonis dengan seluruh pihak. Ia menegaskan bahwa Indonesia menganut prinsip menjadi “tetangga yang baik” bagi negara-negara lain. Sikap tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas hubungan internasional sekaligus mendukung kepentingan nasional dalam berbagai bidang.
Dalam sambutannya, Prabowo menekankan bahwa tugas utama seorang presiden adalah menjaga dan melindungi kepentingan rakyat Indonesia. Karena itu, setiap kebijakan yang diambil pemerintah, termasuk di bidang diplomasi dan hubungan luar negeri, harus berorientasi pada kepentingan nasional. Ia menegaskan bahwa mandat yang diterimanya dari rakyat menjadi dasar dalam menentukan arah kebijakan pemerintahan.
Prabowo juga memastikan Indonesia akan tetap menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang telah lama menjadi fondasi diplomasi nasional. Melalui pendekatan nonblok dan tidak berpihak pada kekuatan atau aliansi tertentu, Indonesia tetap berupaya aktif berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas dunia. Menurutnya, prinsip bebas aktif akan terus menjadi pedoman Indonesia dalam membangun persahabatan dengan seluruh negara tanpa terlibat dalam rivalitas geopolitik global.
Alexander Jason – Redaksi

