National

Qodari Angkat Bicara Soal Demo BBM: Prabowo Sedang Rancang Fondasi Ketahanan Energi RI

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom), Muhammad Qodari, menanggapi protes mahasiswa terkait kenaikan harga BBM nonsubsidi dengan menegaskan bahwa kebijakan tersebut tidak terlepas dari dinamika global yang memengaruhi pasar energi. Menurutnya, Indonesia masih menghadapi tantangan besar karena produksi minyak dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional.

Qodari menjelaskan bahwa ketergantungan terhadap impor energi membuat harga BBM nonsubsidi sangat rentan terhadap perubahan kondisi internasional. Ia menambahkan bahwa Presiden RI, Prabowo Subianto, sejak awal telah menjadikan kemandirian energi sebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya.

Qodari mengatakan pemerintah saat ini menjalankan berbagai strategi untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi dari luar negeri. Upaya tersebut merupakan bagian dari reformasi struktural yang juga mencakup penguatan ketahanan pangan dan energi nasional.

Menurutnya, keberhasilan peningkatan produksi beras dan pupuk menunjukkan arah kebijakan pemerintah menuju kemandirian, meskipun sektor energi menghadapi tantangan yang lebih kompleks. Ia menyebut kebutuhan minyak nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik masih berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

Untuk mengatasi ketergantungan tersebut, pemerintah mendorong pemanfaatan energi berbasis bahan baku dalam negeri. Salah satu langkah yang ditempuh adalah pengembangan program biodiesel B50 untuk solar dan campuran etanol E20 untuk bensin.

Qodari menilai strategi tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi kebutuhan impor bahan bakar. Ia menegaskan bahwa berbagai kebijakan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah dalam membangun sektor energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Qodari juga menjelaskan bahwa harga BBM nonsubsidi sangat dipengaruhi perkembangan geopolitik global, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Menurutnya, posisi strategis Iran yang menguasai Selat Hormuz membuat setiap konflik di kawasan tersebut berdampak langsung pada harga minyak dunia.

Meski demikian, ia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap BBM bersubsidi karena pemerintah tetap mempertahankan harga Pertalite agar tidak terdampak gejolak pasar internasional. Dengan demikian, pemerintah berupaya menjaga daya beli masyarakat sambil terus memperkuat fondasi ketahanan energi nasional.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...