Sedikitnya 13 orang tewas setelah Rusia melancarkan gelombang serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah Ukraina pada Selasa (2/6) dini hari. Sembilan korban dilaporkan tewas di Dnipro, sementara empat lainnya meninggal dunia di ibu kota Kyiv. Serangan ini menjadi salah satu yang terbesar yang dilakukan Moskow dalam beberapa bulan terakhir.
Puluhan orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk sejumlah anak-anak. Beberapa bangunan apartemen terkena hantaman serangan, sementara tim penyelamat terus melakukan pencarian terhadap warga yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.
Sirene peringatan serangan udara berbunyi di sebagian besar wilayah Ukraina sepanjang malam. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan terjadinya serangan besar dan meminta warga untuk tetap waspada terhadap peringatan udara.
Menurut Zelensky, Rusia meluncurkan 656 drone serang serta 73 rudal berbagai jenis, termasuk rudal balistik, jelajah, dan anti-kapal. Ia kembali mendesak Amerika Serikat untuk mempercepat pengiriman rudal bagi sistem pertahanan udara Patriot yang dinilai sangat penting dalam menghadapi serangan Rusia.
Pasokan rudal Patriot sendiri disebut semakin terbatas akibat meningkatnya kebutuhan militer Amerika Serikat dan Israel dalam konflik dengan Iran. Sejak pemerintahan Donald Trump berkuasa kembali, bantuan militer langsung ke Ukraina juga dihentikan, sehingga negara-negara Eropa harus membeli sistem tersebut terlebih dahulu sebelum mengirimkannya ke Kyiv.
Di ibu kota Kyiv, kepulan asap tebal terlihat membumbung dari sejumlah lokasi yang terkena serangan. Wali Kota Vitali Klitschko melaporkan kebakaran terjadi di dekat stasiun pengisian bahan bakar, area konstruksi, beberapa gedung apartemen, serta rumah warga. Pemadaman listrik juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah kota.
Sementara itu, Kota Kharkiv di timur laut Ukraina juga menjadi sasaran serangan drone dan rudal yang menyebabkan sedikitnya 10 orang terluka, termasuk seorang anak. Fasilitas industri di wilayah Zaporizhzhia turut dilaporkan terkena serangan.
Angkatan Udara Ukraina menyatakan Rusia meluncurkan lebih dari 650 drone dan 70 rudal dalam serangan tersebut. Dari jumlah itu, 642 target diklaim berhasil ditembak jatuh atau digagalkan sebelum mencapai sasaran.
Kementerian Pertahanan Rusia menyebut serangan tersebut merupakan balasan atas serangan Ukraina sebelumnya dan mengklaim seluruh target yang direncanakan berhasil dihantam. Pekan lalu, Moskow juga mengancam akan melakukan serangan sistematis setelah menuduh Kyiv menyerang sebuah asrama mahasiswa di wilayah Ukraina timur yang diduduki Rusia.
Ukraina membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa target serangan mereka adalah unit militer Rusia. Pemerintah Ukraina juga menilai ancaman Moskow sebagai bentuk tekanan dan kembali meminta negara-negara sekutunya meningkatkan dukungan terhadap Kyiv dalam menghadapi invasi yang telah berlangsung sejak 2022.
Akbari Danico – Redaksi

