Victor Wembanyama tak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah San Antonio Spurs membuang keunggulan 29 poin dan kalah dari New York Knicks di Game 4 NBA Finals.
“Rasanya sangat menyakitkan,” ujar Wembanyama singkat seusai pertandingan.
Spurs sempat berada dalam posisi nyaman dan tampak mengendalikan pertandingan sepenuhnya. Mereka tampil eksplosif pada babak pertama dan membangun keunggulan besar yang terlihat sulit dikejar.
Namun semuanya berubah setelah turun minum. Knicks melakukan comeback luar biasa dan menutup laga dengan kemenangan yang tercatat sebagai kebangkitan terbesar dalam sejarah NBA Finals.
San Antonio hanya mampu mencetak 30 poin sepanjang babak kedua. Keunggulan 29 poin perlahan menghilang, dan kekalahan itu membuat Spurs kini tertinggal 3-1 dalam seri final.
Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena Spurs sebenarnya memiliki peluang besar untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Mereka juga mencatat salah satu penampilan ofensif terbaik di babak pertama dalam sejarah Finals sebelum semuanya runtuh di paruh kedua pertandingan.
Di usia 22 tahun, Wembanyama sudah memikul ekspektasi besar sebagai wajah utama franchise Spurs. Kekalahan dramatis ini berpotensi menjadi salah satu momen paling berat dalam awal kariernya di NBA.
Meski begitu, Spurs masih memiliki kesempatan untuk memperpanjang seri. Mereka harus segera bangkit secara mental dan menemukan jawaban atas kolaps yang terjadi di Game 4 jika ingin menjaga harapan juara tetap hidup.
Akbari Danico – Redaksi

