Bintang Golden State Warriors, Stephen Curry, dengan percaya diri menyebut dirinya sebagai point guard terbaik dalam sejarah NBA. Namun, Curry juga menegaskan bahwa satu-satunya nama yang sejajar dengannya dalam perdebatan tersebut adalah Magic Johnson.
Dalam perbincangannya bersama Gilbert Arenas, Curry mendapat pertanyaan langsung mengenai statusnya sebagai point guard terbaik sepanjang masa.
“Apakah kamu point guard terbaik sepanjang masa?” tanya Arenas.
“Ya. Saya harus mengatakan iya. Ini saya dan Magic,” jawab Curry.
Arenas kemudian menjelaskan mengapa ia menilai Curry memiliki pengaruh yang berbeda dibandingkan legenda-legenda lainnya. Menurutnya, meski Magic Johnson memiliki karier luar biasa, dampak Curry terhadap generasi muda basket modern sangat sulit untuk diabaikan.
“Saat saya tumbuh di era 90-an, tidak ada anak-anak yang bercita-cita menjadi point guard setinggi 6 kaki 9 inci seperti Magic. Tapi sekarang saya melihat hampir setiap anak mencoba bermain seperti Curry. Ketika melihat statistik, saya mengatakan Magic lalu Curry. Namun ketika melihat pengaruh terhadap generasi muda, ceritanya berbeda,” ujar Arenas.
Meski mengakui dirinya layak masuk dalam perdebatan tersebut, Curry tetap menunjukkan rasa hormat yang besar kepada Magic Johnson. Ia menyebut pencapaian legenda Los Angeles Lakers itu sebagai sesuatu yang luar biasa.
“Resume Magic benar-benar luar biasa. Fakta bahwa kita bahkan bisa membicarakan saya dalam percakapan yang sama dengannya adalah sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Itu standar yang sangat tinggi untuk dikejar. Tapi saya masih bermain. Kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi,” kata Curry.
Dengan empat gelar NBA, dua penghargaan MVP musim reguler, serta revolusi permainan melalui kemampuan tembakan tiga angkanya, Curry memang telah mengubah wajah basket modern. Perdebatan mengenai siapa point guard terbaik sepanjang masa pun dipastikan akan terus berlanjut, dengan nama Curry dan Magic Johnson kini menjadi dua sosok yang paling sering disebut dalam diskusi tersebut.
Akbari Danico – Redaksi

