Sebanyak 4.132 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan aksi penyampaian pendapat yang akan digelar Aliansi Majelis Perjuangan Rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Aliansi tersebut terdiri atas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Jakarta (UNJ), BEM Universitas Trilogi, BEM Institut STIAMI, dan BEM Universitas Paramadina.
Aksi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB di Jalan Medan Merdeka Selatan dengan pengamanan yang melibatkan personel dari berbagai unsur kepolisian. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara berlebihan.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Metro Jakarta Pusat, Inspektur Polisi Dua (Iptu) Erlyn Sumantri menjelaskan bahwa personel pengamanan berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, seluruh Polsek jajaran, serta Tim Pelayanan Unjuk Rasa (Yan Unras) wilayah Jakarta Pusat. Selain di kawasan Monas, aparat juga ditempatkan di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan Dukuh Atas sebagai langkah antisipasi apabila terjadi pergerakan massa menuju lokasi lain.
Apel gelar pasukan turut dilaksanakan di area Parkir Hotel Pullman dan Gedung Thamrin Nine untuk memastikan kesiapan seluruh personel. Pengamanan berlapis tersebut menunjukkan upaya aparat dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan selama aksi berlangsung.
Di bidang lalu lintas, kepolisian menegaskan rekayasa arus kendaraan akan diterapkan secara situasional sesuai perkembangan kondisi di lapangan. Pengaturan tersebut bertujuan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memberikan ruang bagi peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi secara tertib.
Pendekatan yang fleksibel dinilai penting agar aktivitas publik tetap dapat berjalan tanpa hambatan yang tidak perlu. Keseimbangan antara hak menyampaikan pendapat dan kepentingan masyarakat luas menjadi salah satu aspek utama dalam pengamanan aksi.
Sementara itu, masyarakat yang akan melintasi kawasan Monas, Bundaran HI, hingga Dukuh Atas diimbau mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas dengan memanfaatkan jalur alternatif dan mematuhi arahan petugas. Imbauan tersebut diharapkan dapat meminimalkan gangguan perjalanan selama aksi berlangsung.
Keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada kesiapan aparat, tetapi juga pada kerja sama seluruh pihak, baik peserta aksi maupun masyarakat umum. Dengan koordinasi yang baik dan sikap saling menghormati, penyampaian aspirasi di ruang publik dapat berlangsung secara damai serta tetap menjaga ketertiban dan keamanan bersama.
Alexander Jason – Redaksi

