Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa tantangan yang akan dihadapi perwira TNI di masa depan tidak lagi terbatas pada ancaman militer konvensional. Dalam kuliah umum di Akademi Militer Magelang, AHY mengatakan para taruna perlu memahami perubahan geopolitik global, disrupsi teknologi, serta dampaknya terhadap kepentingan nasional Indonesia.
AHY menjelaskan bahwa ancaman terhadap negara kini dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti krisis energi, gangguan rantai pasok, serangan siber, hingga persaingan teknologi. Menurutnya, perwira modern harus mampu melihat keterkaitan antara keamanan, ekonomi, dan pembangunan karena ketahanan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh ekonomi yang kuat, infrastruktur yang andal, dan kemampuan membaca dinamika global.
Ia juga menyoroti posisi strategis Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau dan jalur laut yang menjadi bagian penting perdagangan internasional. Karena itu, pembangunan infrastruktur seperti jalan, pelabuhan, bandara, bendungan, dan jaringan konektivitas dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat ketahanan wilayah, mempercepat mobilitas, serta meningkatkan daya saing nasional.
AHY menekankan bahwa pemimpin militer masa depan harus memandang pertahanan, pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat sebagai satu kesatuan strategi nasional. Dalam kunjungan ke Akademi Militer tersebut, ia didampingi sejumlah pejabat dari Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Pekerjaan Umum, serta jajaran tenaga ahli dan staf khusus terkait.
Alexander Jason – Redaksi

