Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta menyiapkan sejumlah kantong parkir di kawasan Jalan Senopati, Jalan Mulawarman, dan Jalan Suryo, Kecamatan Kebayoran Baru, sebagai upaya mengatasi parkir liar yang selama ini mengganggu kelancaran lalu lintas.
Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho, mengatakan pemerintah akan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi yang efektif agar permasalahan parkir di kawasan tersebut tidak lagi menghambat aktivitas masyarakat.
Penataan ini dinilai penting mengingat kawasan Senopati merupakan salah satu pusat kuliner dan hiburan yang setiap hari dipadati pengunjung dan pengguna jalan. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menciptakan lalu lintas yang lebih tertib sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Ali menegaskan setiap pelaku usaha perlu menyediakan fasilitas parkir yang memadai agar kegiatan bisnis tidak menimbulkan kemacetan maupun mengurangi kenyamanan masyarakat. Menurutnya, tingginya mobilitas kendaraan di kawasan Senopati membuat penataan parkir menjadi kebutuhan yang mendesak.
Pemerintah akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan bersama instansi terkait untuk menentukan langkah-langkah yang paling tepat. Upaya tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi yang seimbang antara kepentingan dunia usaha dan kebutuhan masyarakat sebagai pengguna jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Jakarta, Budi Awaluddin, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah lokasi yang berpotensi dijadikan kantong parkir. Salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah lahan SDN 04 Selong milik Pemerintah Provinsi Jakarta, selain optimalisasi area parkir milik PT Jakarta Propertindo (Jakpro) di kawasan Blok S yang masih memerlukan penyempurnaan fasilitas pendukung.
Dishub juga mengkaji pemanfaatan area parkir di mal District 8 yang memiliki kapasitas besar, meskipun masih diperlukan pengaturan layanan valet agar proses keluar masuk kendaraan menjadi lebih efisien. Berbagai alternatif tersebut sedang dibahas untuk memberikan pilihan parkir yang memadai bagi pengunjung kawasan Senopati.
Sebagai solusi jangka panjang, Dishub juga merancang layanan bus pengumpan (feeder) yang memungkinkan pengunjung memarkir kendaraan di kantong parkir yang telah disediakan sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan tujuan menggunakan transportasi tersebut. Skema ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan di pusat kawasan sekaligus meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Sementara menunggu implementasi solusi tersebut, Dishub terus mengintensifkan patroli gabungan bersama Satuan Polisi Pamong Praja, kepolisian, dan pemerintah setempat untuk menindak parkir liar, khususnya pada akhir pekan. Langkah terpadu ini diharapkan mampu menciptakan sistem parkir yang lebih tertib, mendukung kelancaran lalu lintas, serta memperkuat daya tarik kawasan Senopati sebagai destinasi wisata dan pusat aktivitas masyarakat.
Alexander Jason – Redaksi

