Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta bekerja sama dengan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI), Yayasan Odong Prestasi Indonesia, dan Akademi Garudaku menyelenggarakan babak final program American Spaces Indonesia Esports Development (ASIED) di @america, Jakarta.
Program ini memanfaatkan esports sebagai sarana pengembangan talenta digital, peningkatan keterampilan, dan penguatan hubungan antargenerasi muda. Kegiatan tersebut juga bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat serta penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 di negara tersebut. Melalui inisiatif ini, esports diposisikan tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai media pendidikan, kolaborasi, dan pertukaran budaya.
Penjabat Urusan Publik Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Abraham Lee menilai ekosistem digital mampu menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara Indonesia dan Amerika Serikat. Menurutnya, kesamaan minat terhadap gim dapat membuka peluang lahirnya persahabatan lintas budaya sekaligus membangun keterampilan yang relevan dengan perkembangan industri digital.
Program ASIED telah dilaksanakan selama lebih dari tujuh bulan di tujuh kota melalui jaringan American Corners, yakni Padang, Pontianak, Semarang, Yogyakarta, Malang, Makassar, dan Ambon. Selama pelaksanaannya, program tersebut menjangkau lebih dari 1.750 peserta muda serta melibatkan lebih dari 50 komunitas esports di berbagai daerah.
Para peserta memperoleh pelatihan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan bermain gim, tetapi juga mencakup manajemen penyelenggaraan kompetisi, penyiaran, operasional liga, desain grafis, pembuatan konten, hingga keterampilan sebagai komentator pertandingan.
Babak final mempertandingkan EA SPORTS FC 26 dan EA SPORTS FC Mobile, disertai ajang pencarian bakat komentator gim, pertandingan eksibisi bersama kreator konten, serta turnamen komunitas yang diikuti lebih dari 300 peserta dan pengunjung.
Selain kompetisi, sesi diskusi bertajuk More than a Game bersama Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) turut membahas peran esports sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif nasional. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa industri gim memiliki potensi besar untuk menciptakan peluang karier yang semakin beragam.
Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya berharap kerja sama dengan Amerika Serikat dapat terus diperluas melalui pengembangan American Corner di berbagai Creative Hub di Indonesia. Ia juga mendorong semakin banyak pelaku industri kreatif Amerika Serikat berbagi pengalaman dan berkolaborasi dengan komunitas kreatif di Indonesia.
Kolaborasi semacam ini diyakini dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan daya saing talenta digital Indonesia di tingkat internasional. Dengan menggabungkan pendidikan, kompetisi, dan kemitraan lintas negara, ASIED berpotensi menjadi salah satu model pengembangan sumber daya manusia yang mendukung pertumbuhan industri gim dan ekonomi kreatif di masa depan.
Alexander Jason – Redaksi

