Pemerintah Inggris untuk sementara menarik staf Kedutaan Besarnya dari Iran sebagai langkah pencegahan menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Keputusan tersebut diambil setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan menyerang infrastruktur Iran jika Teheran melancarkan serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz. Meski demikian, Pemerintah Inggris memastikan Kedutaan Besarnya tetap beroperasi secara jarak jauh. Langkah ini disebut sebagai tindakan antisipatif di tengah situasi keamanan yang terus berkembang.
Pemerintah Inggris juga memperingatkan bahwa kemampuan memberikan bantuan konsuler kepada warganya di Iran kini sangat terbatas. Dalam kondisi darurat, bantuan tatap muka tidak dapat diberikan sehingga warga Inggris diminta memahami risiko yang dihadapi apabila tetap berada di negara tersebut.
Selain itu, pemerintah mengingatkan situasi keamanan di kawasan masih sangat dinamis. Warga Inggris di Timur Tengah juga diminta bersiap menghadapi kemungkinan gangguan perjalanan, termasuk pembatalan penerbangan dan penutupan wilayah udara.
Dalam pembaruan informasi perjalanan, Pemerintah Inggris menyebut sejak 8 Juli telah terjadi serangan dan serangan balasan antara Iran dan Amerika Serikat yang menyasar infrastruktur militer maupun sipil. Kondisi tersebut meningkatkan risiko eskalasi lebih lanjut yang dapat memengaruhi stabilitas kawasan.
Karena itu, pemerintah mengimbau warganya untuk terus memantau perkembangan situasi dan mengikuti arahan otoritas setempat. Inggris menilai potensi gangguan terhadap perjalanan internasional masih sangat tinggi.
Sebelumnya, Donald Trump melalui platform Truth Social mengancam akan membalas setiap serangan Iran terhadap kapal di Selat Hormuz dengan menghancurkan infrastruktur penting, seperti jembatan dan pembangkit listrik. Pernyataan tersebut semakin meningkatkan ketegangan di kawasan yang telah diwarnai aksi saling serang dalam beberapa pekan terakhir.
Keputusan Pemerintah Inggris menarik sementara staf kedutaannya diambil di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap kemungkinan eskalasi konflik. Pemerintah menegaskan akan terus memantau perkembangan situasi sebelum mengambil langkah selanjutnya.
Alexander Jason – Redaksi

