National

Kemendikdasmen Revitalisasi SDN Tanggirejo Grobogan, Masuk Prioritas Sekolah Rusak Berat

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan akan merevitalisasi SD Negeri Tanggirejo di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang mengalami kerusakan sejak Januari 2026. Sekolah tersebut masuk dalam prioritas nasional program revitalisasi sekolah yang digulirkan pemerintah pada 2026.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal, Gogot Suharwoto, mengatakan koordinasi dilakukan bersama kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah.

“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah untuk segera merevitalisasi sekolah tersebut,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Nonformal, dan Pendidikan Informal, Gogot Suharwoto, Jumat (24/7).

Selain itu, Kemendikdasmen juga akan mengundang Kepala SDN Tanggirejo ke Jakarta untuk menandatangani perjanjian kerja sama sebagai bagian dari proses pelaksanaan revitalisasi.

Gogot mengatakan, program revitalisasi sekolah merupakan salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Perbaikan sarana dan prasarana pendidikan agar anak-anak dapat belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan layak.

Menurutnya, pada 2026 revitalisasi difokuskan pada tiga kategori utama, yakni sekolah yang terdampak bencana, sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan tingkat kerusakan berat.

“SDN Tanggirejo merupakan salah satu sekolah yang masuk dalam tiga prioritas utama penerima program revitalisasi. Kami berharap perbaikan sarana dan prasarana ini tidak hanya mengubah kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga membangkitkan semangat belajar peserta didik dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan,” katanya.

Secara nasional, pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 sekolah pada 2026. Program tersebut mencakup renovasi gedung pendidikan mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibanding target awal sebanyak 11.744 sekolah dengan alokasi anggaran Rp14 triliun. Pemerintah kemudian menambah sasaran revitalisasi sebanyak 60.000 satuan pendidikan sehingga total target mencapai 71.744 sekolah.

Sebelumnya, pada pertengahan Juni 2026, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa sekitar 70 persen dari target awal revitalisasi 11.744 sekolah telah berhasil diselesaikan.

Mu’ti menegaskan, program revitalisasi tidak hanya bertujuan memperbaiki fasilitas pendidikan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Melalui mekanisme swakelola, pelaksanaan pembangunan dilakukan langsung oleh masing-masing satuan pendidikan dengan melibatkan masyarakat setempat.

Revitalisasi dilakukan melalui mekanisme swakelola, sehingga proses pembangunan dan perbaikan dilaksanakan langsung oleh masing-masing satuan pendidikan. Skema tersebut dapat mendorong keterlibatan masyarakat setempat sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja di daerah.

“Mereka yang mengerjakan revitalisasi untuk 71.744 (sekolah) itu sekitar 1,1 juta orang, yang akan bisa bekerja dalam rentang waktu antara 3 sampai 8 bulan,” kata Mu’ti.

Fito Wahyu Mahendra – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...