Konsolidasi entitas logistik badan usaha milik negara (BUMN) terus dipercepat sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat integrasi rantai pasok nasional, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas konektivitas distribusi di seluruh Indonesia.
Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Shareholder Agreement (SHA) dan Akta Penggabungan Konsolidasi Logistik BUMN yang dilakukan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melalui anak usahanya, PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), bersama sejumlah entitas logistik BUMN. Inisiatif ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah melalui BPI Danantara untuk mendorong transformasi sektor logistik nasional.
Melalui konsolidasi tersebut, pemerintah menargetkan terbentuknya jaringan layanan logistik yang lebih terintegrasi dan mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan maupun para pemangku kepentingan.
Senior Director Corporate Strategy PT Danantara Aset Manajemen, Aurelius Altius Rosimin, mengatakan penggabungan berbagai entitas logistik akan memperkuat sinergi melalui integrasi kapabilitas, aset, dan jaringan perusahaan. Pada tahap awal, struktur kepemilikan perusahaan hasil konsolidasi terdiri atas 74,47 persen Pelindo Group, 9,24 persen PT Pos Indonesia (Persero), 9,37 persen PT Krakatau Bandar Samudera, serta 6,92 persen entitas lainnya.
Sebagai pemegang saham mayoritas, Pelindo akan mengawal seluruh proses integrasi hingga terbentuknya holding logistik nasional sesuai dengan peta jalan yang telah ditetapkan. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat konektivitas distribusi di tingkat nasional.
Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, menilai konsolidasi ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing logistik nasional melalui kolaborasi yang lebih erat antarbadan usaha milik negara. Menurutnya, penguatan sinergi akan mendukung terciptanya ekosistem logistik yang lebih terintegrasi, menekan biaya logistik, serta meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan.
Pelindo juga berkomitmen mendukung proses integrasi melalui penguatan layanan kepelabuhanan dan logistik agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh perekonomian nasional. Ia meyakini konsolidasi tersebut akan menjadi fondasi penting dalam membangun sistem logistik nasional yang lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan.
Dalam proses konsolidasi ini, tujuh entitas logistik BUMN akan bergabung ke dalam satu perusahaan sebagai dasar pembentukan holding logistik nasional, yaitu PT Multi Terminal Indonesia (MTI), PT Prima Indonesia Logistik (PIL), PT Pos Logistik Indonesia (POSLOG), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan PT Krakatau Jasa Logistik (KJL), dengan PT Multi Terminal Indonesia ditetapkan sebagai surviving entity.
PT Pelindo Sinergi Lokaseva menyatakan siap mendukung implementasi konsolidasi melalui penguatan layanan port-related logistics dan konektivitas antara pelabuhan, kawasan industri, serta wilayah hinterland. Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva, Faruq Hidayat, menyatakan konsolidasi ini menjadi momentum penting untuk menghadirkan layanan logistik yang lebih terintegrasi dan efisien.
Melalui sinergi antarbadan usaha milik negara, konsolidasi tersebut diharapkan mampu memperkuat jaringan distribusi nasional, mengoptimalkan aset dan operasional, menekan biaya logistik, meningkatkan daya saing dunia usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Alexander Jason – Redaksi

