Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta sepakat menambah kuota penerimaan Program Sekolah Rakyat sebanyak 1.000 siswa pada 2026. Penambahan tersebut diprioritaskan bagi anak-anak yang putus sekolah maupun mereka yang belum pernah memperoleh pendidikan formal sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang paling rentan.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan respons terhadap tingginya jumlah anak putus sekolah di Indonesia yang saat ini diperkirakan mencapai sekitar empat juta orang, termasuk di DKI Jakarta. Karena itu, pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Jakarta dengan kuota tambahan yang jauh lebih besar dibandingkan daerah lain.
Saifullah mengatakan kapasitas Sekolah Rakyat di sebagian besar daerah umumnya hanya mampu menampung sekitar 270 siswa setiap tahun, yang terdiri atas masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA. Namun, Presiden memutuskan memberikan tambahan kuota khusus sebanyak 1.000 siswa untuk Jakarta agar lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.
Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan program sekaligus mengurangi jumlah anak yang tidak mengenyam pendidikan. Ia menilai langkah ini menjadi bagian penting dari upaya pemerintah meningkatkan pemerataan akses pendidikan di ibu kota.
Meski demikian, Saifullah menegaskan bahwa peningkatan kapasitas peserta didik harus didukung dengan penyediaan infrastruktur yang memadai. Saat ini Jakarta baru memiliki satu gedung Sekolah Rakyat permanen sehingga pemerintah memperkirakan masih membutuhkan sedikitnya tiga gedung tambahan untuk memenuhi target penerimaan siswa.
Penambahan fasilitas tersebut dinilai menjadi syarat penting agar program dapat berjalan secara optimal dan mampu menampung seluruh peserta didik yang direncanakan. Pemerintah pusat pun akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat penyediaan sarana pendukung tersebut.
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan Pemprov Jakarta siap mendukung program melalui penyediaan lahan bagi pembangunan Sekolah Rakyat berkonsep asrama atau boarding school. Ia menilai peningkatan akses pendidikan merupakan salah satu langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan sosial di Jakarta yang masih menghadapi tingkat ketimpangan ekonomi yang cukup tinggi.
Pramono telah menginstruksikan perangkat daerah terkait untuk segera memetakan lokasi pembangunan beserta kebutuhan infrastrukturnya, dengan kawasan Jakarta Utara dan Jakarta Barat menjadi lokasi yang sedang dipertimbangkan. Menurutnya, kesamaan komitmen antara Pemprov Jakarta dan Kemensos dalam memperluas kesempatan pendidikan melalui penambahan kuota hingga 1.000 siswa diharapkan dapat mempercepat realisasi program tersebut.
Alexander Jason – Redaksi

