Government National

Made by Indonesia Dinilai Jadi Fondasi Transformasi Industri Nasional

Indonesia didorong memperkuat fondasi industri nasional melalui kampanye Made by Indonesia sebagai strategi utama menghadapi era ekonomi hijau. Penguasaan teknologi, inovasi, serta pengembangan perusahaan nasional berdaya saing global dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional.

Wakil Koordinator Sekretariat Satgas Percepatan Hilirisasi, Dimas Muhamad, mengatakan Indonesia perlu belajar dari keberhasilan Korea Selatan dan Vietnam dalam membangun ekonomi berbasis industrialisasi. Menurutnya, sektor industri yang kuat merupakan syarat utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja berkualitas. Ia menegaskan bahwa kemajuan suatu negara tidak hanya bergantung pada besarnya investasi, tetapi juga pada kekuatan industrinya.

Dimas menilai Indonesia harus melampaui konsep “Made in Indonesia” dengan menciptakan perusahaan nasional yang benar-benar menguasai teknologi dan mampu bersaing di pasar internasional. Menurutnya, investasi hanya akan memberikan manfaat jangka panjang apabila disertai transfer teknologi dan inovasi yang berkelanjutan.

Karena itu, pemerintah dinilai perlu menghadirkan kebijakan yang mendukung pertumbuhan industri strategis sekaligus membuka ruang bagi pengembangan teknologi dalam negeri. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing industri nasional di tengah perubahan ekonomi global.

Pandangan serupa disampaikan Managing Director Industrialization Badan Pengelola Investasi Danantara, Ardy Muawin, yang menilai tidak ada negara maju dengan industri yang lemah atau bergantung sepenuhnya pada teknologi asing. Menurut organisasinya, ketergantungan Indonesia pada ekspor sumber daya alam dan tenaga kerja murah tidak lagi memadai untuk mencapai status negara maju.

Melalui Danantara, pemerintah berupaya mengarahkan investasi ke sektor-sektor strategis yang memberikan nilai tambah melalui hilirisasi, transfer teknologi, pengembangan talenta, dan pembangunan rantai pasok nasional. Ardy menegaskan bahwa setiap investasi harus mampu memperkuat kemampuan teknologi Indonesia, bukan sekadar menambah modal.

Secara keseluruhan, penguatan sektor industri dipandang sebagai kunci untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global sekaligus mendukung transformasi menuju ekonomi hijau. Pemerintah dan para pemangku kepentingan menilai keberhasilan industrialisasi akan sangat bergantung pada kemampuan membangun perusahaan nasional yang inovatif dan menguasai teknologi.

Melalui strategi Made by Indonesia, investasi diharapkan tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kemandirian industri, meningkatkan nilai tambah, serta menciptakan lapangan kerja berkualitas. Dengan fondasi tersebut, Indonesia diyakini memiliki peluang lebih besar untuk menjadi kekuatan ekonomi yang kompetitif di masa depan.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...