Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memanggil Direktur Utama PT Pertamina Simon Aloysius Mantiri dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo untuk membahas upaya penyaluran BBM dan LPG bersubsidi agar lebih tepat sasaran. Pemerintah ingin memastikan subsidi energi hanya diterima oleh masyarakat yang berhak.
Pertemuan tersebut difokuskan pada teknologi yang akan digunakan Pertamina untuk memastikan subsidi hanya dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Pemerintah menilai pengawasan yang lebih efektif diperlukan agar anggaran subsidi dapat dimanfaatkan secara optimal.
Purbaya mengatakan masih banyak masyarakat dari kalangan mampu yang menikmati BBM dan LPG bersubsidi, meski bantuan tersebut ditujukan bagi kelompok berpenghasilan rendah. Karena itu, pemerintah ingin mengetahui secara rinci sistem dan teknologi yang disiapkan Pertamina untuk membatasi akses terhadap subsidi. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan akurasi penyaluran sekaligus mengendalikan penggunaan energi bersubsidi.
Terkait kemungkinan penambahan kuota BBM subsidi di tengah meningkatnya permintaan, Purbaya menegaskan pemerintah belum memiliki rencana untuk membahas hal tersebut. Fokus utama saat ini adalah memastikan subsidi disalurkan secara tepat sehingga volume konsumsi tetap terkendali. Pemerintah akan mempertimbangkan usulan lebih lanjut apabila Pertamina mengajukan langkah atau kebijakan baru.
Di sisi lain, Purbaya memastikan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite meskipun harga minyak mentah dunia kembali menembus US$100 per barel. Kebijakan tersebut disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga daya beli masyarakat. Sementara itu, penyesuaian harga BBM non-subsidi tetap menjadi kewenangan Pertamina sesuai kondisi pasar.
Alexander Jason – Redaksi

