National

Nilai Tukar Rupiah Tertekan, Ditutup Melemah pada Posisi Rp17.963 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada level Rp17.963 per dolar Amerika Serikat dalam perdagangan Jumat sore, turun 27 poin atau sekitar 0,15 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Pelemahan tersebut terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang bervariasi terhadap dolar AS. Di kawasan regional, yuan China, dolar Singapura, yen Jepang, dan won Korea Selatan menguat, sementara peso Filipina, ringgit Malaysia, dan dolar Hong Kong justru mengalami pelemahan.

Di pasar global, mata uang utama negara maju secara umum berhasil menguat terhadap dolar AS. Euro, poundsterling Inggris, dolar Australia, dolar Kanada, dan franc Swiss seluruhnya mencatatkan apresiasi. Kondisi ini mencerminkan pergerakan pasar yang dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi dan sentimen global yang masih berfluktuasi.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia. Kondisi tersebut memicu sentimen risk-off, sehingga investor cenderung mengalihkan aset mereka ke instrumen yang dianggap lebih aman. Dampaknya, tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, semakin besar.

Selain faktor geopolitik, rupiah juga tertekan oleh arus keluar dana asing yang cukup besar dari pasar saham domestik. Kombinasi tekanan eksternal dan keluarnya modal asing memperlemah kinerja mata uang Garuda pada akhir pekan. Pelaku pasar kini terus mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah serta pergerakan harga minyak yang berpotensi memengaruhi arah nilai tukar rupiah dalam waktu dekat.

Alexander Jason – Redaksi

×

 

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× hey MOST...